FARMAKOLOVA

FARMAKOLOVA

  • WpView
    Reads 14,802
  • WpVote
    Votes 385
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Pada akhirnya Ana harus menunggu pujaan hatinya pergi ke negeri orang untuk melakukan penelitian guna menemukan obat kanker. Tetapi, lelaki itu lantas menghilang tanpa kabar. Janji Ana pada pertemuan terakhir membuatnya terbelenggu, akan menunggu, atau akan melangkah. Meski rasa rindu kian hari kian lekat, tapi kehidupan selalu menawarkan hal-hal yang di luar dugaan. Seseorang yang istimewa tiba-tiba hadir dengan tekadnya yang kuat. Bahwa jangankan keringat, darahnya pun rela dia korbankan demi seorang Ana. Memang, "Sahabat yang paling tidak menyenangkan adalah rindu"
All Rights Reserved
#5
obat-obatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENDEKAP RINDU
  • Dijual Cepat Tanpa Perantara
  • ANNA [completed]
  • Blurred Lines
  • Di Antara Harapan dan Kenyataan
  • Langkah baru bersama mu
  • Embrace again, Arnan
  • End & Wait  (Revisi)
  • Komandan Tampanku

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines