Antara Ada dan Tiada

Antara Ada dan Tiada

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Dimana aku? Seperti tercium bau menyengat, apa ini? Alkohol ? obat obatan? dan terdengar suara yang berbunyi Titt... Titt... Tiitt.. Perlahan ku buka kedua mata ku, Menyusuri setiap detail bangunan dan semua yang terlihat, ah.. Seperti nya aku di rumah sakit. Tapi aneh, aku tidak merasakan kesakitan apa apa. Aku mencoba bangun dan turun dari ranjang kamar rumah sakit ini. Bisa, aku bisa berdiri bahkan melompat. Lalu kenapa aku dirumah sakit kalau aku bisa bergerak sebegini bebas nya. Aku menuju pintu kamar, tidak tertutup. Aku lantas lagsung keluar saja. Aku berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Rasanya tubuh ku begitu ringan. Banyak dokter dan perawat yang berlalu lalang. Aku menuju meja informasi yang ada di ujung koridor. Seorang suster berwajah khas jawa sedang memeriksa sesuatu dari komputer nya. "Sus, saya mau tanya, kenapa saya bisa disini?" Tanya ku Suster itu seperti nya tidak mendengar atau suara ku terlalu kecil ya? Pikir ku "Sus... saya tanya kenapa saya disini?" Ku ulangi pertanyaan ku dengan suara yang lebih keras Tetap saja suara ku tak terdengar, dia asyik saja dengan komputer nya Aneh "SUUSSSSS!!!" Aku berteriak akhirnya Eh.. suster itu malah berbalik dan pergi masuk ke dalam ruang arsip , dan tida mengindahkan aku.
All Rights Reserved
#7
antaraadadantiada
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Sehari Untuk Selamanya
  • Hai, Kak! (END)
  • TEOLOGI CINTA
  • sraddah (on going)
  • A R S E A N A
  • 27 FEBRUARI
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • LANGIT [WINWIN]
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines