IBU
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 22, 2021
WpInfo
Poetry
Ketika ku tak bisa berjalan Ketika ku tidak bisa berbicara Manusia pertama kali yang menemaniku adalah ibu Yang selalu tersedia saat ku Sedih, senang dan susah ketika aku mulai membesar Ku bisa sadar hidup Betapa sulitnya ibu melahirkanku Keringat bercucuran mulai jatuh Dan saat ibu melahirkanku, ayahku selalu menemani Ibu Dan ayah berkata "Yang kuat " Bayangkan dan bayangkan saat ini aku tumbuh menjadi makhluk normal. Masih banyak seorang ibu yang ingin melahirkan anaknya normal Tapi tersedia seorang ibu yang perlu mendapat kan ujian anak yang tidak normal Sebagai manusia sosial kita perlu saling bantu dan tolong menolong Maka,Kita perlu berterimakasih ke Ibu sebab 9 bulan dia mengandung Tiada lelah yang dirasakannya Maka saat ini kita perlu balas budi kepada ibu Ibu I love you You are my everything because you're forever in my heart mother. Thank you Allah and Thanks Mother Selamanya kau selau di hatiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Still The Same
  • Kesabaran Seorang Istri
  • TAKDIR
  •   *{ MAFIA POSESIF (DIAM)}*  '''CHOI YN X JEON JUNGKOOK '''
  • Diary hati:)
  • Segala Tentangmu ❝
  • Embun Pagi
  • perjalanan cinta rumit

WARNING!! Adults Only! Terdapat banyak kata-kata kasar dan adegan kekerasan! Mohon bijaklah memilih bacaan. ** Ketika kau dikhianati oleh dua orang yang kau percaya sekaligus, orang yang dipercaya sebagai cinta pertamamu dan seseorang yang kau yakini sebagai cinta terakhirmu. Ketika aku yakin cinta adalah hal yang paling sempurna di dunia karena menghadirkan keluarga bahagia untukku dan adikku. Tapi kenyataan menamparku dengan keras saat tahu pria yang paling aku cintai dan hormati yang seharusnya ku panggil ayah memilih wanita lain dan meninggalkan ibuku, aku dan adikku dalam kehancuran. Kami dikhianati dan dibohongi. Dan ketika semua itu belum cukup menghancurkanku. Seorang lagi yang aku anggap akan ada di sampingku selamanya dan menopangku juga melakukan hal yang sama. Dia memilih bersama anak wanita penghancur rumah tangga orang tuaku, dan meninggalkanku. Di sana lah aku merasa asing dan melihat dunia seperti bahagia berperang menghianatiku. Yang ku tahu setelahnya tidak ada yang namanya cinta, itu hanya ilusi yang diciptakan manusia untuk menciptakan dunia penuh sandiwara. Kenyataan hanya obsesi dan napsu yang berkuasa. Kalau pun cinta ada, itu hanya dimiliki oleh mereka yang lemah. Dan, Aku? aku memilih untuk tidak menjadi lemah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines