Little Did She Know

Little Did She Know

  • WpView
    Leituras 36
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 19, 2021
Subuh itu Rama keluar rumah hendak membeli Cilok dan Teh Jawana, bersiap menonton episode satu musim baru dari film animasi kesukaannya. Namun, sepulangnya Rama mendadak bertemu seorang wanita yang beridiri di tengah jalan. Mata wanita itu menyeruakkan radiasi hijau yang konsisten. Rasanya sepasang mata itu menatap Rama dalam-dalam. Tangannya diulurkan ke arah Rama. Seakan mengundangnya pergi ke suatu tempat yang jauh. Rama berlari ke arah Wanita itu. Bukan karena menerima undangannya, tapi karena cahaya lampu yang tanpa aba-aba menyibakkan kegelapan dari arah belakangan begitu cepat. Rama sadar cahaya itu pasti dari mobil yang ngebut. Rama mendorong wanita itu sekuat tenaga. Namun, Rama tertabrak mobil itu. Tubuhnya mental jauh. Rasanya dunia jungkir balik. Bintang-bintang di bawah dan aspal di atas. Rama membalikkan tubuhnya. Rasanya sulit. Pandangannya banyak kunang-kunang. Wanita itu tidak jelas ada di mana. Sinar lampu jalan menyoroti merah gaun wanita itu. Sekilas nampak wanita itu berdiri. Rama lega. Wanita itu selamat. Perutnya robek, dari sobekan itu darah mengalir deras. Rasa sakit menguasai tubuhnya. Sadar dia akan mati. Dia tidak bisa bicara, jadi hal terakhir yang dia lakukan adalah senyum. Terseyum pada wanita bergaun merah itu. Berharap wanita itu mengerti bahwa dia tidak menyesali apapun. Akhirnya ... Rama mati. Tapi, sesaat kemudian, dia bisa membuka mata. Matanya melihat tanah kosong, langit biru cerah dan matahari. Dia pikir tempat ini adalah neraka. Ada satu hal, mungkin ini bukan neraka. Ada satu kemungkinan lain, menurut hati kecilnya. Jadi Rama berjalan menjauhi matahari, ingin bertemu jawaban kegelisahan hatinya. Dari kejauhan nampak tembok benteng yang biasa dia temui dalam setiap net game yang dia mainkan. Rama pikir ini adalah dunia yang seperti dia idamkan. Terlambat dia menyadari kalau tempat ini medan tempur. Kedua pasukan sudah berseberangan. Perang akan terjadi. Apa yang bisa dilakukan Rama dengan Cilok dan Teh Jawana?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Fleuris of the Damned
  • Blue String - END (Terbit)
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • Soulbit
  • Black Out III
  • Xagala
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • Meneroka Jiwa 2

Zeniel Fleuris bukan pria biasa. Di balik wajah tampan dan tubuh sempurna yang membius, tersembunyi luka masa lalu yang menghitamkan jiwanya. Setelah kehilangan seluruh keluarganya dalam perang berdarah di Yerusalem, bocah pemalu itu tumbuh menjadi mesin pembunuh tanpa belas kasih - prajurit bayaran berdarah dingin yang haus kekuasaan dan kehancuran. Tapi hidupnya tidak berakhir di medan perang. Ia dibunuh oleh gurunya sendiri... hanya untuk bangkit kembali - dipilih oleh seorang Dewi Cahaya bernama Seraphyne untuk menjadi pahlawan penyelamat dunia. Zeniel tidak tertarik menjadi pahlawan. Ia tidak peduli pada umat manusia. Ia hanya tertarik pada Seraphyne. Tubuhnya. Hatinya. Segalanya. Namun cinta yang tak berbalas berubah menjadi obsesi. Ciuman pertama menjadi kutukan. Dan kematian kedua Zeniel justru membawanya ke neraka... di mana ia merebut takhta Raja Neraka dan menjadikan semua iblis budaknya. Kini, ia bukan lagi manusia. Bukan pula pahlawan. Ia adalah Raja Kegelapan. Dan ketika Dewi Cahaya itu jatuh ke tangannya, malam pun menjadi saksi bagaimana surga merintih di ranjang neraka.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo