We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MAHLIGAI YANG TERKOYAK

MAHLIGAI YANG TERKOYAK

  • WpView
    Reads 131,400
  • WpVote
    Votes 8,025
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 15, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika kesetiaan dan cinta seorang istri dipermainkan. Kisah ini dimulai dari keegoisan mertua yang tetap ikut campur terhadap masalah rumah tangga anaknya. Walaupun cinta masih diatas segalanya, sang suami terpaksa menuruti kata Ibu sehingga menyakiti hati istrinya. Akankah dia sanggup dan mampu mengobati lukanya?
All Rights Reserved
#724
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Kedua
  • GENIUS LIAR [SUDAH TERBIT]
  • pelangi setelah badai
  • Luka yang tak terlihat
  • 7th Anniversary
  • Xless Marriage
  • Orang - Orang Menganggapku Rumah, Namun Rumahku Siapa?
  • Holding On
  • Cinta Yang Memudar
  • SURVIVED BECAUSE OF LOVE

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines