Penantian Hanna

Penantian Hanna

  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 16, 2021
Cinta tak pernah salah karena itu adalah anugerah Tuhan. Namun, sering kali cara mengekspresikan rasa cinta pada orang dan waktu yang tidak tepat. Setiap insan yang bernama manusia, pasti melakukan sebuah kesalahan dalam hidup. Hal terpenting adalah, ia menyadari kesalahan dan mau memperbaikinya. Kehidupan Hanna saat ini terlihat sempurna dengan keluarga kecilnya. Namun, bayangan masa remaja saat ia dipaksa berpisah dengan anak yang dilahirkannya masih menyisakan beban. Akhirnya, Hanna dibantu suaminya berusaha mendapat pengakuan dari sang anak. Dapatkah penantian Hanna selama bertahun-tahun tercapai?
All Rights Reserved
#909
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa dan Cerita
  • Perfect Duda [Season 2]
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Elegi Dalam Pelangi
  • Hijrah Cinta [SELESAI]
  • Cinta H2 ✔
  • Go Not Coming Back (END)
  • Takdir Ikrar Surah An-Nur
  • BROKEN : The secret of life

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines