Lakuna Amerta

Lakuna Amerta

  • WpView
    Reads 220
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 23, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Dinda, menurutku pelajaran paling mudah di dunia ini adalah ikhlas. Bagaimana kamu menerima kesulitan, bagaimana kamu menerima keadaan dan yang terutama adalah bagaimana kamu menerima takdir. Buktinya, aku ikhlas nerima semuanya." - Adhitama Aji Lakuna. _____________________ ".....Din, kamu belajar ikhlas dari siapa?" "Aji." - Adinda Amerta. _____________________ Aji merupakan penyandang difabel intelektual, yang mengalami kesulitan dalam berbicara, bergaul, dan bahkan merawat dirinya sendiri. Kekurangan itu ia derita sejak lahir dan karena kekurangannya, Aji selalu menjadi bahan olok-olokan di sekolahnya. Ia mendapat julukan di sekolahnya sebagai si "idiot" karena selalu bertingkah aneh dan membuat orang disekitarnya takut. Sampai pada saat ia bertemu dengan Dinda, perempuan yang memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang dengannya. Dan hanya Dinda yang memandang Aji layaknya manusia. Lakuna Amerta adalah gabungan dari kedua nama mereka. Lakuna adalah ruang kosong sedangkan Amerta adalah keabadian. Semesta mempertemukan mereka untuk memberi tahu, bahwa ruang kosong itu akan memberikan keabadian untuk dia yang ditakdirkan. ©gloriousgurll, 2022
All Rights Reserved
#101
abadi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Donat [On Going]
  • Hilang
  • Gupta
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • ALLAND
  • Analog Melankolis
  • He's Rega [END]
  • Naura & Lukanya

Adhiba Solara, seorang gadis berhijab yang memiliki semangat dan impian besar untuk menjadi penulis terkenal. Di samping kesibukannya menulis, Adhiba juga memiliki merupakan vanatik yang menyukai berbagai jenis donat dengan rasa yang lezat dan variatif. Meskipun dikenal sebagai gadis berhijab yang anggun dan sopan, Adhiba Solara tetap mempertahankan sifat santai dan lincah yang sudah menjadi ciri khasnya. Adhiba Solara memiliki luka psikologis yang masih terbawa dari pengalaman masa lalunya, terutama terkait dengan hubungannya dengan pria. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam dan membuatnya lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Meskipun memiliki kakak laki-laki yang penyayang dan selalu memberikan nasihat bijak, Adhiba tidak bisa menghilangkan perasaan was-was dan kehati-hatian saat berinteraksi dengan pria lain. Pengalaman masa lalu itu masih terpatri dalam ingatannya, membuatnya menjaga jarak dan bersikap lebih berhati-hati. Saat berdiri di depan toko donat favoritnya, Adhiba tidak sengaja terpaku pada dirinya di cermin toko. Ia tersenyum masam, memikirkan tubuhnya yang relatif pendek. Tiba-tiba, suara hangat dari belakangnya membuat Adhiba tersentak. "Nggak apa-apa kamu pendek, yang penting hidup!" sahut seorang pria dengan senyum ramah. "Kamu lucu, dan saya suka!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines