JAMANIKA
  • WpView
    Reads 10,344
  • WpVote
    Votes 2,565
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 15, 2021
[S E L E S A I] "Urip iku urup." Falsafah itu yang mengantarkan Zulfikar, beserta kedua saudaranya, Husain dan Mirza untuk menjalankan misi di sebuah desa bernama Jamanika. Berbekal janji dari Alif---tunangannya---yang harus Zulfikar tepati, dia berangkat, meski dia sendiri tidak tahu kemungkinan terburuk yang bisa terjadi selama misi. Semua semakin runyam ketika pertemuannya dengan seorang gadis desa dalam misi yang bernama Galuh. Zulfikar terjerat bersama Galuh yang ternyata ada konspirasi di dalamnya. Lantas, bagaimana kisah ini akan berakhir?
All Rights Reserved
#201
konspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Untuk Laut
  • Dikhianati Tuhan
  • Sieg : Like Shadow In The Light
  • KISAH DI BALIK KESALAHAN
  • "Polaris & Umbra: Cahaya yang hilang"
  • ZA&RA
  • Langit Langit Damaskus Bersaksi
  • Tasbih Pembawa Jodoh

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines