We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Alstroemeria

Alstroemeria

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Sedih, kecewa, jenuh. Adakah padanan kata yang lain lagi? Karena rasanya tidak cukup hanya tiga kata itu untuk mewakili apa yang kurasakan. "Lo gak pantes nerima perlakukan kayak gitu, fuck!" umpat seseorang mendorong kepala perempuan itu menggunakan jari telunjuk tangan kanannya sampai kepala itu tersudut ke tembok. Ini bukan keputusan yang tepat, tapi ini berat. Aku jauh dari Bunda, Ayah, Fawwaz, dan sahabat-sahabatku yang lain. Namun, sekuat apapun ia membantah, nyatanya ini bukanlah sebuah mimpi. Kehilangan seorang sahabat adalah hal yang paling menyakitkan bagi diri Meira. Terima kasih telah hadir dan menciptakan kenangan yang indah. Terima kasih, selalu berusaha membuatku tersenyum. Kamu baik dan aku sayang, tapi Pencipta lebih sayang kamu. Selamat tinggal, kawan! Kita tetap hidup, di alam yang berbeda. Aku memang berat kehilanganmu, tapi seenggaknya kamu engga akan ngerasa kesakitan lagi, luka dan memar itu akan hilang dengan sendirinya. (ALSTROEMERIA)
All Rights Reserved
#2
fawwaz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Villainess Illusion
  • Our Home Lost in This House
  • Shatara [SUDAH TERBIT]
  • Maaf' (Revisi)
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • BREATHE
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • I WAS BORN TO BE ALONE [END]

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines