Story cover for THE SKY BLUE by apravinle
THE SKY BLUE
  • WpView
    LETTURE 104
  • WpVote
    Voti 20
  • WpPart
    Parti 4
  • WpView
    LETTURE 104
  • WpVote
    Voti 20
  • WpPart
    Parti 4
In corso, pubblicata il mar 23, 2021
Zheflyn dan Jihana terjebak dalam dunia antah berantah yang bernama "The Sky Blue". Hal ini terjadi karena mereka berdua yang penasaran akan buku yang berjudul "The Sky Blue". 

Awalnya mereka membaca tidak terjadi apa apa ,namun ditengah-tengah mereka membaca buku itu, mereka merasa bahwa tubuh mereka lemas dan mata menjadi mengantuk dan.... Ya, mereka masuk kedalam dunia antah berantah yang ada di buku tersebut. Lebih tepatnya terperangkap tanpa tahu arah jalan pulang. 

Di sana mereka tidak sendirian. Mereka bertemu dengan 7 remaja laki laki. Hal yang mereka alami juga persis seperti apa yang dialami Zheflyn dan Jihana. Membaca buku "The Sky Blue" Dan merasa lemas dan mengantuk tengah-tengah membaca. 



"Ka-Kalung lo!?"
"Kenapa?"
"L-Lo t-tuan putri Bluevys" 
"Bluevys?"









"Gue pengen balik ke rumah gue"
"Gue juga, tapi semua yang lo ingat selama di sini bakal hilang"
"Tapi ada kemungkinan kan kalo gue bisa balik ke rumah lagi?"
"Ada, cuma.... Gue gak mau lo lupain gue"
"Pasti ada caranya, ayo ikut gue"
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere THE SKY BLUE alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#845hanjisung
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
It's Always Been You✔️  di WinterAurora00
44 parti Completa
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
It's Always Been You✔️  cover
Sergio | Haechan cover
Side Two Side || Complate cover
Basecamp Anak Petakilan cover
nightmare (Jaedo) (BXB) cover
Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓ cover
Senja Jadi Sendu (END) cover
-KAKA KELAS- |SungRen cover
Dream Mine (Selesai) cover

It's Always Been You✔️

44 parti Completa

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?