Lamar Gue!

Lamar Gue!

  • WpView
    GELESEN 4,578
  • WpVote
    Stimmen 459
  • WpPart
    Teile 25
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Sa., Jan. 1, 2022
"LAMAR GUE!" Perempuan di hadapan gue teriak dengan lantang, bikin semua orang yang ada di Cafe HurryUp noleh ke arah kami. "Cen, lo panas lagi?! Gue anter balik ayok." Gue tarik tangan Cecen, menghindari tatapan manusia-manusia kepo yang ada di sini. Tapi Cecen nepis tangan gue kuat-kuat, dan teriak untuk ke sekian kalinya. Dia melotot, idungnya kembang kempis, air mukanya merah padam, kepalanya berasap. Gue salah apa, sih?! Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi, adapun bila ada kesamaan dalam penamaan tokoh, latar tempat, waktu dan lain-lain, itu bukan faktor kesengajaan. Cover : Pinterest + Canva
Alle Rechte vorbehalten
#11
rekomended
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Secangkir Kopi & Pencakar Langit (#1)
  • Abnormal-Blow: Hello Kiddo
  • Gadis indigo ( Karya Pertama Ku)
  • East sky first love
  • Love Me If You Dare
  • Mantanku CEO, Suami pun CEO
  • Untitled:Iridescent | SEKUEL | COMPLETE |
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • REGRET
  • Sudut pandang (felisha)

CHAPTER 7 - END TELAH DIHAPUS KARENA AKAN SEGERA DITERBITKAN *** "Enak lho, Ta, kalo kita kerja sesuai sama yang kita senengin. Orang suka salah persepsi dengan gimmick kerja sesuai passion, padahal kadang passion nggak harus hobi kan. Bisa aja passionnya kayak lo gini, suka menganalisa." - Satrya Danang Hadinata "Cewek tuh lipstik kek yang ketinggalan, sisir, kaca. Ini kabel hardisk." - Ghilman Wardhana "Sastra itu buat gue seperti membuka mata dan pikiran, sisi kehidupan lain yang mungkin nggak pernah kita jamah. Pemikiran orang yang kita nggak tau. People's idea of a person they loved, they hated. Bikin kita lebih empati, lebih buka mata bahwa dunia kadang nggak selalu hitam dan putih." - Athaya Shara "Cowok ganteng biasanya playboy, Ta!" - Ganesha Akbar "Gua nggak yakin Radhi puasa senin-kamis. Ada angin apa lu? Palingan dia bayar puasa gegara pernah batal puasa ngga tahan pengen ena ena." - Fajar Anugerah "What happened in Munich, stays in Munich." - Larasati Shanaz "Jangan ganggu tayang tayang kami, atau kami block internet kalian semua" - Rahmat Radhian "5 menit lagi, Satrya masih ngeces liatin Athaya di meja Mbak Renny" - Aldrian Meshar *** Di tengah-tengah business district nomor satunya Jakarta, kopi, rokok, meetings, clients, report, after office hour, kaki jenjang cewek-cewek dengan high heels dan cowok-cowok dengan kemeja kerja body fit, Satrya bertemu Athaya. Satrya bisa saja memilih cewek cantik manapun untuk didekati, tetapi dia hanya menyukai Athaya sejak pertama kali tanpa sengaja ia meminta bantuan cewek itu. Sedangkan Athaya sukanya sama Ghilman, yang gantengnya masih kalah sama Satrya. Tapi, Ghilman kan sudah punya pacar.. #1 on What's Hot ChickLit at 20/11/2015, 1/3/2016, 31/4/2016 Copyright © fairywoodpaperink 2015

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien