Eternal Torch ( Xiao x Reader ) -Genshin Impact Fanfiction-

Eternal Torch ( Xiao x Reader ) -Genshin Impact Fanfiction-

  • WpView
    Reads 28,132
  • WpVote
    Votes 2,933
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 5, 2023
Mereka mengatakan hal-hal mengerikan tentang pemuda itu. "Dia sudah merenggut jutaan nyawa." "Bukankah dia mantan bawahan dewa 'itu'? Kalau begitu dia tidak pantas berada di sini." "Kudengar dia adalah pertanda buruk." "Apa yang sebenarnya tuan kita pikirkan saat membawanya kemari? Dia bahkan tidak bisa dipercaya." "Monster." Dan Guizhong berkata padaku. "Kau boleh melihatnya sendiri kalau kau mau." Aku menggeleng. "Kupikir tidak perlu." Malam itu, aku tak sengaja melihat sosok pemuda yang mereka bicarakan. Dia mengenakan topeng yang menyerupai wajah iblis, berdiri seorang diri sambil menggenggam sebuah tombak. Di sekitarnya, beberapa ekor kunang-kunang beterbangan. Ia tidak menyadari kehadiranku, hingga aku memutuskan untuk diam dan memerhatikannya. Saat dia menyingkap topengnya, aku terkejut. Aku terlalu sering melihat wajah-wajah bengis, kejam, dan haus darah di luar sana. Namun aku tidak menemukan sedikitpun jejak itu di wajahnya. Ekspresi wajahnya datar namun sangat tenang, dan sedikit melembut ketika ia melihat seekor kunang-kunang terbang sangat dekat dengan dirinya. Ia mengangkat tangannya untuk menyentuh kunang-kunang itu, namun mengurungkan niatnya di pertangahan jalan. Dia tetap berdiri di sana dengan tangan masih dalam posisi setengah terangkat. Kepalanya mendongak saat memandangi kunang-kunang yang kini terbang menjauh. Di matanya yang keemasan, terpancar kesedihan yang diam dan tidak dapat dijelaskan. Seolah-olah... ia takut hewan kecil itu akan hancur jika ia menyentuhnya. Inikah raut wajah yang ditunjukkan oleh seorang monster? Dia membuatku kehabisan kata-kata. Bahkan ketika aku berusaha dengan keras, aku tetap tidak menemukan kata-kataku. Cukup. Aku memaksa kedua mataku untuk berhenti melihatnya. Aku mengembuskan sebuah napas panjang tanpa suara, lalu berbalik pergi. Itu pemandangan yang indah, namun menyakitkan untuk dilihat. Ps : All of Genshin characters belong to Mihoyo, Y/N belongs to me. Thanks.
All Rights Reserved
#249
impact
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Please Continue Protecting Me"IND" END
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • 𝐁𝐋𝐀𝐂𝐊 𝐍𝐨𝐭𝐞𝐬
  • [21+] Veil of Emotions | Zhongli x Reader
  • The Price of Unspoken Words | Kinich x Reader
  • Maiden of Forsaken Tears [GI Fanfiction]
  • ⏱️ [18+] The Secrets Of Mr. Adeptus | Xiao x Reader
  • The Demon King's Gratitude /Yao Wang De Bao En (妖王的报恩)
  • Xagala

*TERJEMAHAN BY GOOGLE TRANSLATE* Author(s) An Zhi Ruo Mian As Peaceful As Slumber 安之若眠 Status in COO 48 chapters (completed) Sinopsis Beberapa tahun yang lalu, kecantikan terikat kursi roda Keluarga Rong yang diceritakan lembut dan rapuh diculik oleh seseorang. Sementara semua orang panik dan membakar kepala mereka mencarinya, hanya satu pria yang bisa menemukannya. Rong Mo dengan hati-hati bertanya kepada pria jangkung dan suram di depannya. "Apakah ... kamu akan terus melindungiku?" Pria itu melirik kakinya yang tidak bisa bergerak dan wajah lembut pucat dan menjawab. "Tidak" "Lalu mengapa Anda menyelamatkan saya?" Dia menunggu lama sebelum dia mendengarnya berkata dengan ringan. "Itu ada di sepanjang jalan." Beberapa tahun yang lalu, Rong Mo berpikir darah pria ini pasti dingin. Hanya beberapa tahun kemudian dia benar-benar menjadi arti sebenarnya dari kata 'pengawal', dan dia akhirnya 'mengalami' kehangatan dan darah panas yang selalu dimiliki tubuhnya. Setelah itu, Rong Mo duduk di kursi rodanya di taman sekolah dan menatap pria yang berpura-pura menjadi pekerja sekolah di kejauhan. Dia mengulurkan tangan padanya dan berkata. "Hei. Kemarilah dan angkat aku. Saya perlu ke kelas. " Nie Feizhan: "...." "Bukankah kamu pengawal saya?" 'Aku hanya pekerja sekolah." Nie Feizhan mengingatkannya. "Aku di sini hanya untuk melakukan pekerjaan kasar." "Kalau begitu pekerja sekolah kasar kasar, datang ke sini dan bawa aku." Setelah itu- "Hei, pengawal di sana, datang ke sini dan bawa aku. Saya ingin tidur. " Nie Feizhan mengambil langkah besar. "Kamu yakin ingin aku membawamu ke kamar?" Rong Mo mundur sedikit. "Apakah kamu tidak suka menggendongku?" Nie Feizhan berhenti dan membungkuk untuk menyapunya dari kursinya. Dia mengatakan melalui gigi yang hampir kertakan. "Aku tidak tahan menjemputmu setiap hari dan memasukkanmu ke dalam sakuku dan kau masih berpikir itu tidak cukup?" ..............................

More details
WpActionLinkContent Guidelines