Setidaknya Aku Berguna

Setidaknya Aku Berguna

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 24, 2021
Support Author lewat donasi di link: https://trakteer.id/keikaku Sinopsis: Reynaldi lebih sering diam dan merenungi tentang hari esok. Tapi ketika ada seorang yang memancingnya, dia akan banyak bicara, terutama jika itu berkaitan tentang buku yang dia pernah baca sebelumnya. Meskipun dia sangat tertarik dengan buku, tapi tetap saja dia menginginkan seorang wanita yang menghiasi dunianya. Yang jelas, dia melanjutkan sekolah di SMA-nya itu sekaligus mencari wanita yang sesuai dengan Fetish-nya. Lantas apakah seorang yang mempunyai hobi membaca buku bisa mendapatkan wanita yang sesuai fetishnya, dan seperti apa fetish yang dia miliki?
All Rights Reserved
#214
lightnovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • CRAZY GIRLS: CROSSOVER YANDERE HAREM
  • Blue Trapped In BL Novel
  • I'm Just an Extra
  • ARULA
  • {WN} Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu [Kelanjutan LN Volume 14]  (DROP)
  • Upil Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Jari Kelingking

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines