Semestaku Terlalu Bermain

Semestaku Terlalu Bermain

  • WpView
    Reads 936
  • WpVote
    Votes 320
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 16, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Kalian cukup menghargai aja, follow, komen yang salah, vote, dan share. Dannn, nikmati kisah Mika ya^^ Note : Untuk teman real lifeku, jangan dibaca nahhh plissss🥺 _______________________________________________________ Dibanding-bandingkan dengan orang lain, dan dituntut untuk menjadi diri orang lain. Gangguan mental? Mika rasa dia masih baik-baik saja. Punya trauma juga kayaknya tidak. Entah takdir atau apa, semesta lebih dulu menghukum Mika daripada tuhan. Baginya, hujan dan malam adalah saat-saat dimana semesta sudah tidak bermain-main lagi dengannya. "Makasih sudah sabar Mik, makasih sudah jadi baik diorang-orang jahat, makasih sudah ngerti sampah itu apa, makasih karna lo kuat banget, meski lo nakal dikit tapi perjuangan hidup lo gue suka, makasih sekali lagi diri Mika Auristela. Gue tunggu lo bahagia," ucap Mika pada teman-teman di kelasnya, kisaran delapan orang. Mika sadar, sebagian dari temannya hanya menyimak perkataannya, sebagian dari mereka bahkan enggan mendengarkannya bercerita. Lalu, bagaimanakah kisah semesta selanjutnya pada Mika? Bagaimana langkah Mika menghadapi tuntutan semesta? Dan yups, jangan lupa percintaan Mika bagaimana? Akankah berhubungan dengan semesta, lagi? _______________________________________________________ Jangan lupa follow sebelum baca, vote untuk menghargai, komen untuk berikan kasih sayang kalian ke aku, share agar banyak yang suka❤ INI PURE HASIL KARYA AKU, KALIAN JANGAN SEENAKNYA PLAGIAT! Enrekang, 24 Maret 2021 -milikresky-
All Rights Reserved
#12
dyra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LimMit! (Sudah Revisi)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • ALEYA~~
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Kata Mika
  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • Friendzone?
  • MIKHAYLA (HIATUS)
  • AKUMIKA (On Going)
  • PEKA

#story12 Mitha Serena Sanjaya, perempuan berumur 24 tahun yang masih ingin menikmati kehidupan masa mudanya, terpaksa menikah dengan seorang laki-laki bernama Halim Naufal Aryandra. Mitha menolak keinginan orang tuanya, tapi penolakannya tidak berarti apa-apa karena dia tetap menikah dengan laki-laki yang jauh di atasnya. Di mata Mitha, Halim hanya om-om yang menyukai anak kecil karena Mitha merasa dirinya masih kecil, tidak cocok menjadi istri dari laki-laki berumur 30 tahun seperti Halim. Dari awal pernikahan, Mitha selalu bertingkah, dia sering keluar malam-malam untuk pergi ke kelab bersama sahabatnya, bahkan bersama pacarnya. Meskipun sudah menyandang status sebagai istri Halim, Mitha tetap meneruskan hubungannya bersama sang pacar, yaitu Zaki. Halim harus mengerahkan kesabarannya untuk menghadapi Mitha. Selepas kerja, dia harus mencari keberadaan istrinya di kelab, dan harus sabar saat melihat sang istri berjoget ria dengan laki-laki lain. Sampai suatu ketika, Halim merasa semua kesabarannya sudah mencapai batas yang tidak bisa di tolerir lagi. "Aku juga punya batas kesabaranku, Mitha. Kalau kamu melampaui batas kesabaranku, aku tidak akan segan-segan memarahimu." Halim memang laki-laki paling sabar yang pernah Mitha temui, tapi kesabaran Halim tidak seluas samudra. Laki-laki itu juga memiliki batas kesabaran, dia juga bisa marah. Menghadapi semua tingkah Mitha selama ini dia mampu, tapi ada satu hal yang tidak boleh dilewati oleh perempuan itu. Apakah kesabaran Halim di kuras habis oleh seorang Mitha yang kekanak-kanakan, manja, dan masih belum dewasa itu? Bagaimana kisah pernikahan Halim dan Mitha, dua orang yang memiliki sifat yang bertolak belakang itu? Tanggal penulisan: 4 agustus 2024 - 10 agustus 2024 SUDAH REVISI PENULISAN

More details
WpActionLinkContent Guidelines