Semestaku Terlalu Bermain

Semestaku Terlalu Bermain

  • WpView
    Reads 933
  • WpVote
    Votes 320
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 16, 2021
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Kalian cukup menghargai aja, follow, komen yang salah, vote, dan share. Dannn, nikmati kisah Mika ya^^ Note : Untuk teman real lifeku, jangan dibaca nahhh plissss🥺 _______________________________________________________ Dibanding-bandingkan dengan orang lain, dan dituntut untuk menjadi diri orang lain. Gangguan mental? Mika rasa dia masih baik-baik saja. Punya trauma juga kayaknya tidak. Entah takdir atau apa, semesta lebih dulu menghukum Mika daripada tuhan. Baginya, hujan dan malam adalah saat-saat dimana semesta sudah tidak bermain-main lagi dengannya. "Makasih sudah sabar Mik, makasih sudah jadi baik diorang-orang jahat, makasih sudah ngerti sampah itu apa, makasih karna lo kuat banget, meski lo nakal dikit tapi perjuangan hidup lo gue suka, makasih sekali lagi diri Mika Auristela. Gue tunggu lo bahagia," ucap Mika pada teman-teman di kelasnya, kisaran delapan orang. Mika sadar, sebagian dari temannya hanya menyimak perkataannya, sebagian dari mereka bahkan enggan mendengarkannya bercerita. Lalu, bagaimanakah kisah semesta selanjutnya pada Mika? Bagaimana langkah Mika menghadapi tuntutan semesta? Dan yups, jangan lupa percintaan Mika bagaimana? Akankah berhubungan dengan semesta, lagi? _______________________________________________________ Jangan lupa follow sebelum baca, vote untuk menghargai, komen untuk berikan kasih sayang kalian ke aku, share agar banyak yang suka❤ INI PURE HASIL KARYA AKU, KALIAN JANGAN SEENAKNYA PLAGIAT! Enrekang, 24 Maret 2021 -milikresky-
All Rights Reserved
#559
berjuang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Narasi patah hati
  • LimMit! (Sudah Revisi)
  • Kata Mika
  • Have you RESYA! [Tamat]
  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Anak Rahasia Sang Direktur Tampan
  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • MIKHAYLA (HIATUS)

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines