Sudah dua jam Alana duduk di kursi ini, sudah dua jam juga teman-teman dan Abangnya mencari keberadaan gadis itu. Pikirannya kalut, air matanya tidak bisa keluar lagi, dadanya sangat sesak. Alana tertunduk, menyentuh bekas sayatan di lengannya. Ia sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi, rasanya percuma ketika setiap hari Alana mengharapkan semuanya akan membaik, namun yang ia dapatkan hanyalah hal yang semakin menyakiti hatinya.
Alana tetap berada di posisi itu sampai ia melihat sepasang kaki pria berdiri di hadapannya. Pria itu kemudian duduk dengan satu lututnya di hadapan Alana yang duduk di kursi. Alana melihat lengannya digenggam oleh pria tersebut. Kepalanya sedikit mendongak untuk melihat wajah pria di hadapannya, dan ketika Alana melihat wajah itu, air matanya turun.
"Alana," panggil pria itu dengan nada yang sangat lembut. "Tenang, ya?"
Pertahanan Alana semakin runtuh. Dadanya sangat sesak namun juga menghangat.
Pria itu tersenyum hangat. "Jelek, ah, nangis begitu." Ia menyingkirkan rambut Alana yang menghalangi paras cantiknya.
"Kita pulang sekarang ya?"
•••
Tentang mereka yang sama-sama rusak dan rapuh. Belum bisa mengerti dan menerima. Ketika semua tindakan yang mereka lakukan tidak bisa diterima oleh orang lain sampai pada akhirnya mereka dipertemukan. Pertemuan yang membawa paham, pertemuan yang membawa nyaman dan aman, pertemuan yang membawa maklum bahwa semua tindakan yang mereka lakukan itu beralasan.
Teenfiction - Romance - Comedy
⚠️WARNING: cerita ini mengandung unsur kekerasan dan kata-kata kasar, harap bijaksana.
cover by: @jc_graphicc
"Dion berhenti! Jangan lakuin ini! Kita ini kakak adek!"
"Gue gak peduli, sekalipun kita adek kakak. Cuma gue yang boleh milikin Lo!"
"Gila Lo! Gue gak mau."
"Atau Lo mau di rahim Lo ada anak Gue, hmm?"
"Bangsat! Gue gak mau! Lepasin, anjing!"
"Hmmpph."
Adek cowok yang menyukai kakak ceweknya. Dia yang obses dan posesif tidak akan membiarkan ada cowok lain yang akan mendekatinya.
Semua cara akan ia lakukan untuk memiliki kakaknya.
Disclaimer
Semua nama, karakter, tempat, dan kejadian adalah fiksi hasil imajinasi penulis.
Ceritanya agak dewasa ya teman. Mohon yang di bawah umur di kondisikan dan tau batasan. Takutnya nanti tiba-tiba dewasa. Jangan coba-coba membacanya jika tidak mau menanggung akibatnya!
Tapi kalau tetap mau baca juga gapapa.
Terimakasih sudah menemukan cerita ini😊😊
Happy reading...