Journey to Jannah

Journey to Jannah

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 23, 2024
Genre : Spiritual •|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|• Terkadang menjadi seseorang yang lebih baik dilatar belakangi oleh masa lalu yang pahit, sama seperti Alexia gadis yang tidak mempercayai adanya tuhan di dunia. Orang tua yang telah membuangnya, sampai dia singgah di tempat yang menurutnya membuat hati tenang dan nyaman, dengan seseorang yang sedang mengalunkan sebuah bacaan yang tidak diketahuinya, membuatnya sedikit tertarik untuk mempelajari nya. Akankah Alexia dapat merubah dirinya dari seorang Atheis menjadi seorang muslimah sejati? •|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|•|• Nb : Bukan Cerita Romance!!! Cek story' sebelah yaa!!
All Rights Reserved
#68
likaliku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • ALEYA~~
  • A Journey with You (On Going)
  • SHEIRAZ PLAN ✓
  • Dia Khadijahku[END]
  • My Duchess / End
  • Esya {TERBIT}
  • Imam Untuk ZAHRA [Sudah Revisi]
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Sampai Kepadamu

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines