DIALEKTIKA RASA

DIALEKTIKA RASA

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 29, 2021
Tatkala rasa berevolusi menjadi cinta, akan ada banyak warna keindahan yang terasa. Namun tak jarang, rasa sakit juga ikut menyapa. Memberi noda pada cinta yang awalnya putih bersih, hingga menjadi kusut dan lusuh. Dialektika rasa adalah judul yang di ambil dari simpulan dialektika antara akal dan hati, yang mana seringkali terjadi kontradiksi di antara keduanya. Akal terkadang menyuruh rasa untuk berhenti mencintai seseorang yang tak pandai dalam menjaga hati, yang seringkali hanya menyakiti. Namun hati tak semudah itu melepaskan seseorang yang sudah lama hinggap dan telah mengukir kenangan. Ia cenderung di dominasi oleh perasaan, dan tak mau tau apa kata "akal". Buku ini adalah buku seorang mahasiswa yang sok tau tentang cinta. Namun mempunyai perspektif yang realistis tentang keadaan seseorang yang di landa cinta.
All Rights Reserved
#349
inspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Heal
  • REKSA: The Last Bell
  • Melangkah Tanpa Ragu
  • Rahasia Hati (END)
  • SAJAK BERSAYAP
  • KONSEKUENSI HATI
  • Ra-Re
  • Never Let You Go (Complete)
To Heal

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines