DIALEKTIKA RASA

DIALEKTIKA RASA

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 29, 2021
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Tatkala rasa berevolusi menjadi cinta, akan ada banyak warna keindahan yang terasa. Namun tak jarang, rasa sakit juga ikut menyapa. Memberi noda pada cinta yang awalnya putih bersih, hingga menjadi kusut dan lusuh. Dialektika rasa adalah judul yang di ambil dari simpulan dialektika antara akal dan hati, yang mana seringkali terjadi kontradiksi di antara keduanya. Akal terkadang menyuruh rasa untuk berhenti mencintai seseorang yang tak pandai dalam menjaga hati, yang seringkali hanya menyakiti. Namun hati tak semudah itu melepaskan seseorang yang sudah lama hinggap dan telah mengukir kenangan. Ia cenderung di dominasi oleh perasaan, dan tak mau tau apa kata "akal". Buku ini adalah buku seorang mahasiswa yang sok tau tentang cinta. Namun mempunyai perspektif yang realistis tentang keadaan seseorang yang di landa cinta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • REKSA: The Last Bell
  • GISTARA (TERBIT)
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Rahasia Hati (END)
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Naya
  • Melangkah Tanpa Ragu

Ada yang dituliskan karena ingin disampaikan. Ada pula yang dituliskan hanya untuk dikenang dalam diam. Sajak Rasa bukan sekadar kumpulan kata, melainkan perjalanan rasa yang lahir dari tatapan yang terlalu lama, dari rindu yang tak terucap, dan dari keberanian yang terlambat datang. Ini adalah kisah seorang mahasiswa sastra yang jatuh pada keindahan yang sulit didefinisikan-tentang Aini, sosok yang tanpa sadar telah menjadi pusat semestanya. Setiap pertemuan singkat, setiap kebetulan yang diciptakan takdir, menjelma menjadi bait-bait yang ia rangkai tanpa tahu bagaimana akhirnya. Antara kopi yang mulai dingin, rokok yang terbakar perlahan, dan petikan gitar yang menggema di sudut malam, ia terus bertanya: Selanjutnya apa? Sebuah catatan kecil tentang rindu, kebingungan, harapan, dan kenyataan. Tentang mencintai dari jauh, tentang menulis tanpa perlu dibaca, dan tentang bagaimana kata-kata bisa menjadi tempat pulang bagi hati yang tersesat. Genre: Romansa, Sastra, Slice of Life Tag: #puisi #sajak #cinta #rindu #romansa #sastra

More details
WpActionLinkContent Guidelines