diskusi
  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 24, 2021
Aku hanya sedang ingin diam Berdiskusi dengan diri sendiri dalam hening. Ini tentang langkah kecilku yang mungkin salah jalan Tersesat kah aku? Aku masih sibuk menerka, pada banyak hal dan rasa yang seharusnya ku syukuri, bukan ku ingkari. Lagi-lagi aku berbincang dengan diri sendiri. Menengadah pada Tuhan, sekedar mencari tempat untuk bersandar, atau hanya sekadar butuh sandaran? Ingin? Atau memang benar-benar karena butuh? Entahlah. Helaan napas membawaku pada imaji yang semakin luas, berusaha menekan tombol berhenti, namun nyatanya sudah terlalu banyak elemen yang rusak di jiwaku. Sangat sukar untuk dihentikan. Sulit. Bahkan rumit. Semesta pernah memberitahuku bahwa, enyahlah saat jiwamu lelah, lalu berbenah, seperti lebah yang akhirnya terbang bebas dari singgasananya. Aku kerdil seperti lebah, kecil, namun kadang jahat menyengat dengan hebat. Tapi ingin kutanya, bukankah lebah juga memiliki kebaikan?? Kesukarelaannya memanen madu untuk manusia bisakah diartikan kebaikan? Tentu! Manusia bahagia karenanya Lantas, terlalu naif ya, jika kusamakan diriku dengan lebah? Sedang aku tidak memiliki ribuan kebaikan yang bisa kubanggakan, satu-pun, tidak Termenung bagiku cara terbaik, bukan melamun, hanya merenung. Duduk bersilang dan saling berhadapan dengan seseorang dari dalam cermin. Bekerjasama dengannya dalam suasananya yang suram namun tidak terlalu mencekam, kami merunut apa saja rentetan perilaku dan tingkah laku yang membawaku sampai sejauh ini, mengingat kembali tutur kata apa saja yang akhirnya menuntunku sampai di hari ini. Masih banyak yang perlu di koreksi. Harus ku revisi satu per satu. Tidak tidak jangan satu per satu, selesaikan semua, lakukan yang sama, seperti halnya kebiasaanku yang selalu rakus karena keegoisan sendiri. Hari ini sampai sepekan ke depan, aku ingin melihat perkembanganku sendiri. Apa suatu saat nanti aku bisa seperti lebah? Atau masih menjadi manusia kecil, kerdil dan egois? #
Todos los derechos reservados
#23
diskusi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ngger adalah vandyku
  • CATATAN HARIANKU
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Terjebak Nostalgia
  • TEOLOGI CINTA
  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)
  • Mahligai Sunyi
  • The Grey Of SAKARUNA
  • You And I

hatiku tersobek. terkoyak! entahlah..aku bingung mendiskripsikannya. aku tak tau harus bagaimana menceritakan sakitnya. hatiku sudah tak utuh! begitu yg ku tau.. . manusia yg kucintai ini jelas penyebab perihnya. aku tak tau apa yg ada diotaknya. lebih frontal jika waktu itu aku tak takut dosa mungkin sudah kubunuh dia. kubuka batok kepalanya agar aku bisa mencuci otaknya! gila! yaa gila mungkin gambaran yang tepat untuk khayalan pembunuhan yang ku bayangkan. lagi-lagi hanya khayalan. aku masih cukup waras untuk mengabiskan sisa usiaku dengan baik,bukan hanya karna emosi ku yang meledak saat orang yang tak kurang dari 4tahun ini menghujam jantungku tanpa ampun dengan mengkhianatiku lantas aku di bui karna membunuhnya. . 'mengapa begitu tega?' jerit batinku berkali-kali yang dengan begitu otakku membenarkan tentang apa yg ku khayalkan. membuka batok kepalannya agar aku bisa mencuci otaknya adalah hal yang mungkin akan membuatku puas sekaligus membuat batinku menjerit lebih keras lagi. kenapa? yaa alasannya sudah sangat jelas. aku sangat mencintainya tidak kurang dari 4th ini. . . . hallo ini pengalaman pertama ku menulis di wattpad. tentu dukungan dan partisipasi juga saran kalian sangat ku butuhkan. cerita ini 70% real, 30% bumbu penyedap. selamat membaca ❤❤❤

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido