Story cover for diskusi by AlvinAlfariz
diskusi
  • WpView
    LECTURES 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement mars 24, 2021
Aku hanya sedang ingin diam Berdiskusi dengan diri sendiri dalam hening. Ini tentang langkah kecilku yang mungkin salah jalan Tersesat kah aku? Aku masih sibuk menerka, pada banyak hal dan rasa yang seharusnya ku syukuri, bukan ku ingkari. Lagi-lagi aku berbincang dengan diri sendiri. Menengadah pada Tuhan, sekedar mencari tempat untuk bersandar, atau hanya sekadar butuh sandaran? Ingin? Atau memang benar-benar karena butuh? Entahlah. Helaan napas membawaku pada imaji yang semakin luas, berusaha menekan tombol berhenti, namun nyatanya sudah terlalu banyak elemen yang rusak di jiwaku. Sangat sukar untuk dihentikan. Sulit. Bahkan rumit. Semesta pernah memberitahuku bahwa, enyahlah saat jiwamu lelah, lalu berbenah, seperti lebah yang akhirnya terbang bebas dari singgasananya. Aku kerdil seperti lebah, kecil, namun kadang jahat menyengat dengan hebat. Tapi ingin kutanya, bukankah lebah juga memiliki kebaikan?? Kesukarelaannya memanen madu untuk manusia bisakah diartikan kebaikan? Tentu! Manusia bahagia karenanya Lantas, terlalu naif ya, jika kusamakan diriku dengan lebah? Sedang aku tidak memiliki ribuan kebaikan yang bisa kubanggakan, satu-pun, tidak Termenung bagiku cara terbaik, bukan melamun, hanya merenung. Duduk bersilang dan saling berhadapan dengan seseorang dari dalam cermin. Bekerjasama dengannya dalam suasananya yang suram namun tidak terlalu mencekam, kami merunut apa saja rentetan perilaku dan tingkah laku yang membawaku sampai sejauh ini, mengingat kembali tutur kata apa saja yang akhirnya menuntunku sampai di hari ini. Masih banyak yang perlu di koreksi. Harus ku revisi satu per satu. Tidak tidak jangan satu per satu, selesaikan semua, lakukan yang sama, seperti halnya kebiasaanku yang selalu rakus karena keegoisan sendiri. Hari ini sampai sepekan ke depan, aku ingin melihat perkembanganku sendiri. Apa suatu saat nanti aku bisa seperti lebah? Atau masih menjadi manusia kecil, kerdil dan egois? #
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter diskusi à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#149diskusi
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Mahligai Sunyi, écrit par AetherSerl
28 chapitres Terminé Contenu pour adultes
Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.
TEOLOGI CINTA, écrit par AliAspandi
30 chapitres Terminé Contenu pour adultes
Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?
Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP), écrit par danaasmara
34 chapitres Terminé
Danasmara, ia berperawakan tinggi. Rambutnya lebat, sedikit berombak. Matanya hitam kecoklatan, seringkali ada rona merah yang memperjelas bahwa malamnya tak senyenyak manusia lain. Yang ku tahu, Danasmara memiliki mimpi yang besar, lebih besar dari tubuh kurusnya dikali seratus. Tepat setelah memutuskan jadi pemimpi, ia mulai merangkai kata-kata sakti. Aku sedikit ingat, kata-kata itu terdengar seperti ini, "Aku berusaha tetap terjaga, disaat waktu dunia membuat yang lain mulai terlelap.". Seringkali aku juga meremehkan keyakinannya. Dan kadang ia malah berhasil membalikkan perhitunganku, kemudian aku juga turut terinspirasi atas perjuangan tak masuk akalnya. Dan kau tahu kawan, apa yang terlihat sakti dari dia? Terkadang ia membahasakan firman Tuhan dengan semena-mena, tapi ajaib, bahasa itu mampu dengan mudah aku mengerti. Hatiku tersapu sekaligus tersipu, seolah aku diajak semakin dekat dengan Tuhanku. Danasamara, sesekali ia memiliki kebijaksanaan melebihi usianya. Ia dengan mudahnya memandang biasa apa saja yang teramat diinginkan manusia lain. Aku sempat berpikir, jangan-jangan ia bukan manusia. Ada semacam deduksi yang menyimpulkan bahwa Danasmara seringkali memiliki ciri asing, ia bisa jadi adalah traveler dari planet lain. Planet yang tidak memiliki banyak air, sebab aku masih ingat bagaimana ia memiliki pedoman yang aneh tentang mandi. Katanya, "mandi hanya untuk orang-orang yang merasa bahwa dirinya itu kotor." Aku menyangkal. Dan sayangnya, manusia lain mengamini pedoman hidup itu..
I Love You, écrit par TiaraFebiola3
44 chapitres Terminé
Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
SasuHina - I Knew I Love You cover
pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author) cover
Mahligai Sunyi cover
TEOLOGI CINTA cover
Terjebak Diwaktu Yang Sama cover
Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP) cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover
You And I cover
I Love You cover

SasuHina - I Knew I Love You

27 chapitres Terminé

Bodohnya aku selalu menampik perasaanku padanya. Gomen.. karna membuatmu menunggu sangat lama. Tetaplah menjadi dirimu yang selalu ada untukku, slalu bisa membaca isi hatiku dan memenuhi keinginanku untuk selalu bersamamu...