cinta berujung surga

cinta berujung surga

  • WpView
    Membaca 163
  • WpVote
    Vote 28
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jun 4, 2021
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
💐Romance-spiritual💐 ... Seorang gadis yang baru saja memasuki jenjang pendidikan di sebuah universitas islam di jogjakarta, yang senang sekali menunduk ketika takut dan menahan malu. Wajahnya yang cantik dan imut serta memiliki kecerdasan rata rata membuat Raihan, seorang ketua BEM kampus mengaguminya. Dan pada saat penampilan yang diadakan dikampusnya tersebut, ada sepasang mata yang sedari tadi menatapnya. Laki laki itu menyukai Adiba, nama gadis tersebut. "Lo ngeliatin siapa sih? Gitu amat sampe es lo tumpah lo gak tau." Sindir rangga "Cantik banget jodoh gue." Halunya sambil matanya tak beranjak dari pandangan itu. "Jodohlo mata empat. Pede banget sih lagian dia gak bakalan suka sama lo. Udh deh sam lo cari yg lain aja lagian lo bukan tipe dia." Saran rangga "Gak. Gue bakalan ngejar dia sampe dapat. Lo tau moto gue gimana kan?." "Serah lo deh."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#9
menujuhalal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Mendadak Ipar
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • Badboy Alim
  • Don't call it love!
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Kok Kita Nikah?[END]
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Mr. D [ Kisah Nyata KKN ]

(18+) Marriage Life. Nggak ada adegan berbahaya, tapi banyak jokes dewasa. ------- Spin-off dari "Mendadak Mama". Tapi kalian nggak harus baca MM dulu untuk paham cerita ini. ------- Iqbal Sya'bani (Iqbal). Dosen fakultas teknik yang brillian, tampan, mapan, mendadak jatuh cinta pada Luli, adik perempuan sahabatnya. Salah satu mahasiswi, yang jauh dari kata istimewa. Zulfa Nurulita (Luli). Sebenarnya dia istimewa. Dia hanya lemot. Eh bukan! Dia hanya tak istimewa dalam kemampuannya menguasai mata kuliah. Oh ya, satu lagi, wajahnya juga biasa saja. Ah, ini sih akan mudah. But, wait ..., mungkin saja kalian salah! *** "Jadi, apakah kamu menerima lamaran saya, Zulfa?" "Maaf. Belum, Pak." "Alhamdulillah." "Kok Alhamdulillah?" "Karena jawabanmu 'belum', bukan 'tidak', minimal masih ada harapan buat saya." *** Akankah harapan Iqbal menjadi nyata? Atau justru berakhir dengan tangan hampa? ------ Pecinta Fikar-Nara wajib baca!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan