Arkais

Arkais

  • WpView
    Membaca 27
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 4, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
sepasang kaki yang menjelma menjadi tonggak kehidupan sang tokoh, menjalani hari penuh peluh, karena terlalu banyak keluh, hatinya telah pergi separuh. Akankah sang tokoh mampu mendalami kehidupannya agar lukanya luruh? Arkais akan menjawabnya, hingga nanti epilog yang akan menentukan. Selamat tenggelam dalam cerita...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#65
asrama
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Shubuh Itu Terbit dari Sepasang Matamu
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • Menggenggam Ranting Patah
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Bukan Negeri Dongeng (END)
  • BROKEN HEART [END]
  • MENJAHIT SAYAP KOYAK  || Kumpulan Cerpen & Puisi
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)

Abdurrahman ialah seorang pemuda yang gigih, cerdas, dan berakhlak mulia. Lahir dari keluarga yang amat sederhana. Menghabiskan sebagian besar perjalanan kisahnya di sebuah pondok pesantren yang amat bijak perangainya. Pada suatu ketika yang teramat rahasia kisahnya, mawar tiba-tiba saja tumbuh dalam hatinya. Hanya setangkai, namun sekebun sekalipun akan mabuk akan keharuman mawar itu. Mawar itu ialah sebagai rumah bagi satu nama santriwati. Gadis yang lembut, cerdas, berkepribadian tinggi, serta berakhlakul karimah. Perihal cinta, terkadang memang selalu seperti bayang-bayang. Dan begitu juga yang Abdurrahman rasakan dalam perjalanan hidupnya. "Oh, Laila. Inikah cinta. Tahukah kau. Aku sering tiba-tiba merasa hujan datang, meski malam terang benderang". Kisah ini akan tertuju pada satu nama utama yaitu Abdurrahman, tentang perjuangannya dalam mewujudkan segala cinta serta cita-citanya. . Terang terbit, dari sesungging senyum, yang meredam api, jadi tumpukan arang-arang. Selamat membaca, semoga berbahagia.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan