[Meraki] Sandyakala

[Meraki] Sandyakala

  • WpView
    Leituras 770
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jul 22, 2023
"Kata yang lebih elok dan menakjubkan dalam budaya Jawa untuk menyebut pasangan hidup adalah garwa. Kata ini dipakai untuk menyebut suami atau istri. Banyak orang mengartikan secara Jawa Dhosok kata garwa sebagai sigaraning nyawa, belahan jiwa. Kata sigar biasanya untuk menggambarkan sesuatu yang terbelah menjadi dua, yang masing-masing bagian kurang lebih sama." - Sumber; wordpress.com. Pernah mendengar kata sigaraning nyawa? Aku juga tidak pernah mendengarnya. Walaupun aku yang lahir dan hidup di Pulau Jawa. Tradisi dan kebudayaan Jawa dihidupku tidak sekental kakek-nenek dan Eyang buyut. di sekitarku begitu saja. Namun, aku paham seberapa sakral kata tersebut. Bagaimana hidupku yang awalnya biasa saja menjadi jungkir balik sejak aku bertemu lelaki yang memiliki peran besar bahkan sejak ruh tiap manusia ditiupkan. Cover by Canva/Purpleezy Ⓒkim19ara 𝚜𝚝𝚊𝚛𝚝/250321 𝚏𝚒𝚗𝚒𝚜𝚑/?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • SEBILAH REMBULAN - 𝗢𝗡 𝗚𝗢𝗜𝗡𝗚
  • TRIASIH [SELESAI]
  • KENANGAN KOTA JOGJA KALA ITU [On Going]
  • Not Finished Yet [Completed]
  • [Majapahit] Forgive Me For Everything
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana
  • Janji Setia Berbalut Tradisi (GreSean)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Sang Juragan (Gibran Danuarta) 21+

𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴, 𝟭𝟴𝟳𝟭 𝗠 𝗗𝗶𝗿𝗷𝗮 𝗠𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗸𝘂𝘀𝘂𝗺𝗼. 𝗔𝘁𝗺𝗮 𝘁𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗺𝗽𝘂𝗿𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗽𝗮𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗸𝘀𝗮 𝗽𝗮𝗿𝗶𝗽𝘂𝗿𝗻𝗮. 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝗵𝗮𝗿𝗮𝗷𝗮 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗮𝘀𝗺𝗮𝗿𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗯𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝘆𝘂𝗺𝗮𝘁 𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿𝗮 𝗺𝘂𝗿𝗸𝗮. 𝗖𝗶𝗻𝘁𝗮 𝘁𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝘁𝗮𝗸𝗵𝘁𝗮. 𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗸𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮 𝘁𝘂𝗺𝗯𝘂𝗵 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗮𝗱𝗮 𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮. . . "𝘒𝘪𝘯𝘪, 𝘱𝘦𝘴𝘵𝘢 𝘱𝘰𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘶𝘨𝘦𝘭𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘨𝘢𝘩. 𝘔𝘦𝘳𝘪𝘢𝘩 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘣𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢. 𝘈𝘭𝘶𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘯𝘺𝘢𝘯𝘺𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘰𝘥𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢. 𝘉𝘦𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘵𝘢𝘳𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘪𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘱𝘰𝘳𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘤𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘤𝘢. 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘢𝘪𝘳𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘢𝘯𝘨, 𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨! 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢" ~ 𝘕𝘪𝘳𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘪 . . . . NB : Penulis tentu menyadari bahwa cerita ini jauh dari kata sempurna. Jika ada kesalahan, penulis siap menerima kritik yang mampu membangun karya ini.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo