Langit si cowok dingin tak tersentuh yang pintar tapi memiliki masa kecil yang kelam dia selalu dipaksa mendapat kan nilai tinggi saat kecil ayah nya menuntutnya menjadi orang yang sempurna
"Papa cuma ingin kamu itu jadi sempurna"
"gaada yang sempurna didunia ini pa!"
"ada! Papa yang berusaha jadikan kamu sempurna"
"ga ada yang sempurna didunia ini pa, yang sempurna itu cuma tuhan"
"kenapa kamu jadi sering ngelawan kayak gini, ini pasti karna cewek murahan itu"
"awan gak murahan pa"
"ga murahan gimana dia itu cewek miskin"
"awan gak seperti yang papa kira"
"enggak! Papa tau gimana dia dia itu cewek yang gapunya apa apa yang berusaha deketin kamu!"
Awan gadis penyuka seni yang kabur dari rumah karna mimpinya ditentang oleh ayah dan bundanya dan dia bertemu langit di cafe dan Awan mulai menyebutnya "cowok caffe". Tapi semenjak bertemu lagi di sma Dwitama Awan selalu ingin memanggil langit dengan namanya, karna kata Awan "Nama aku sama kamu itu cocok tau, apalagi di undangan pernikahan kita"
"LANGIT TUNGGU AWAN"
"apa?"
"langit itu ga bisa sendiri tau"
"yaiyalah gua makhluk sosial"
"gak gitu maksud Awan, Di Langit itu harus ada awan yang menghiasi"
"walaupun ga ada awan langit bakal tetep ada"
"gak gitu konsepnya langit gini ya! Kalau dilangit engga ada Awan maka bumi ini jadi kering kalo bumi kering manusia gabisa hidup dibumi, kalau manusia engga ada langit ga bakal berguna"
"sumber air dibumi masih banyak! Bukan cuma dari Awan"
"ih ga gitu konsepnya langit"
"bodo amat"
Seseorang itu pun mendekat ke arah Layla, sambil menepuk bahu Layla ia pun menoleh dalam pikirnya siapa ni orang ko nepuk bahu aing kenal emang perang batin dia
"Siapa ya?" tanya Layla sopan padahal pengen ngegas
"Oh iya, kenalin RANGGA LANGIT BUMANTARA" ucap laki-laki yang memiliki nama Langit
"Salam kenal juga kak LAYLAWANTA ASTRALITA SENGKALA" balas Layla
"Kaka panggil kamu Awan boleh?" tanya lelaki itu
"Kalau begitu aku juga panggil kaka Langit ya" ikut Layla
"Lucu ya nama kita saling mebutuhkan Langit mebutuhkan awan untuk terlihat indah dan Awan membutuhkan langit untuk berlabuh" jelas Kak langit
"Iya ya aku ko baru sadar" sadar Layla
Pengen tahu kelanjutannya, ayo baca cerita ini
Maaf bila ada kesamaan nama tokoh,latar, jalan ceritanya
Ini murni dari otak saya sendiri🙏🙏🙏
Hampura
Jangan lupa berikan komentarnya ya
Happy reading☺️☺️