Story cover for awan dan langit by dararahmabillar
awan dan langit
  • WpView
    GELESEN 27
  • WpVote
    Stimmen 11
  • WpPart
    Teile 4
  • WpView
    GELESEN 27
  • WpVote
    Stimmen 11
  • WpPart
    Teile 4
Laufend, Zuerst veröffentlicht März 25, 2021
Langit si cowok dingin tak tersentuh yang pintar tapi memiliki masa kecil yang kelam dia selalu dipaksa mendapat kan nilai tinggi saat kecil ayah nya menuntutnya menjadi orang yang sempurna

"Papa cuma ingin kamu itu jadi sempurna"

"gaada yang sempurna didunia ini pa!"

"ada! Papa yang berusaha jadikan kamu sempurna"

"ga ada yang sempurna didunia ini pa, yang sempurna itu cuma tuhan"

"kenapa kamu jadi sering ngelawan kayak gini, ini pasti karna cewek murahan itu"

"awan gak murahan pa"

"ga murahan gimana dia itu cewek miskin"

"awan gak seperti yang papa kira"

"enggak! Papa tau gimana dia dia itu cewek yang gapunya apa apa yang berusaha deketin kamu!"


Awan gadis penyuka seni yang kabur dari rumah karna mimpinya ditentang oleh ayah dan bundanya  dan dia bertemu langit di cafe dan Awan mulai menyebutnya "cowok caffe". Tapi semenjak bertemu lagi di sma Dwitama Awan selalu ingin memanggil langit dengan namanya, karna kata Awan "Nama aku sama kamu itu cocok tau, apalagi di undangan pernikahan kita"

"LANGIT TUNGGU AWAN"

"apa?"

"langit itu ga bisa sendiri tau"

"yaiyalah gua makhluk sosial"

"gak gitu maksud Awan, Di Langit itu harus ada awan yang menghiasi"

"walaupun ga ada awan langit bakal tetep ada"

"gak gitu konsepnya langit gini ya! Kalau dilangit engga ada Awan maka bumi ini jadi kering kalo bumi kering manusia gabisa hidup dibumi, kalau manusia engga ada langit ga bakal berguna"

"sumber air dibumi masih banyak! Bukan cuma dari Awan"

"ih ga gitu konsepnya langit"

"bodo amat"
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie awan dan langit zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#93ceritakeren
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Awan Untuk Pelangi ( SELESAI ) von Nucannucan
72 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
" lo mau jadi pacar gue gak?" Tanya cowok yang berpenampilan berantak dengan baju tidak dikancing. Cewek itu bingung... " duh gimana nih? Jawab apa?" Gumam pelangi yang sedang bingung tentang pertanyaan cowok itu. Cewek itu namanya pelangi ayura clarisa, gadis cantik dan lemah lembut yang disukai oleh semua orang karna sifat lembutnya. Tapi saat ini pelangi harus dibuat bingung karna ini adalah diluar rencana atau dugaannya. Mungkin yang kalian harus tahu adalah pertanyaan pelangi, kenapa tiba-tiba cowok ini menembak pelangi? Namanya awan, cowok badboy yang hobi mencari keributan, arogan, dan kasar. Adalah sifat awan tapi, kenapa awan bisa suka sama pelangi? Bahkan mereka tidak pernah ketemu ataupun kejadian lainnya. Oh tuhan pertanyaan ini berenang diotak pelangi! " lo budeg ya?" Tanya sekali lagi awan. " tinggal jawab iya bisa kan?" Lanjut awan bertanya sekali lagi pada pelangi. " eh, kalau tidak?" Jawab spontan pelangi. " tapi gak ada kalimat yang gue tadi bilang, gue bilang apa tadi?" Tanya awan pada pelangi. " tinggal jawab iya bisa kan?" Jawab pelangi yang mengulang perkataan awan. " jadi?" Tanya awan sekali lagi Jika kalian mau tahu lanjutannya, silahkan baca... Pacaran sama badboy adalah impian semua orang apalagi kalau gantengnya kayak awan. Duh gak bisa nolak pastinya mah. Jangan lupa vote dan coment yaa Kalau boleh follow juga ya # 1- bully # 1- romance # 3- fiksi # 5- percintaan # 7- cinta # 4- persahabatan
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔ cover
Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan cover
Langit [Selesai] cover
Delapan Sayap Langit /with SKZ (selesai) cover
Misi Kalisa (End) cover
My Childish Boyfriend🖤 cover
LANGIT (On Going) cover
Hai, Aku Calon Suami Mu cover
Awan Untuk Pelangi ( SELESAI ) cover

Pelangi untuk Hujan(on going)

16 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."