MY POSSESSIVE BADBOY [On Going]

MY POSSESSIVE BADBOY [On Going]

  • WpView
    Reads 1,126
  • WpVote
    Votes 598
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 11, 2021
WARNING⚠! TERDAPAT KATA-KATA KASAR. AWAS TYPO BERTEBARAN. {Sebelum lanjut membaca dimohon keras untuk follow akun author} Masih tidak ada jawaban dari diandra, nevan berdecak sebal akan hal itu, nevan semakin mengikis jarak antara wajahnya dengan wajah gadis mungilnya itu,diandra yang mengerti itu semakin was-was ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sedikit lagi benda kenyal itu menempel dibibir ranum diandra. Sedikit lagi Sedikitttt lagi Sedik___ Brakkk!!! Pintu terbuka lebar memperlihatkan seseorang didepan pintu itu. " HUAAAA FEBI NGAK LIAT KALIAN LANJUTIN AJA GUE MAU PUTER BALIK"febi menutup matanya dengan telapak tangannya,ya sebenarnya febi akan menggambil dompetnya yang ketinggalan tapi matanya ternodai melihat semua ini. Diandra tersentak kaget lalu ia mendorong keras bahu nevan, diandra mengontrol degup jantungnya yang tidak beraturan. "G-gue puter b-balik" Ucap febi sembari menutupi wajahnya menggunakan telapak tangannya.Febi langsung membalikkan tubuhnya lalu berlari tanpa melihat ada tembok besar didepan nya. Dukhh! "Anjir siapa yang naro ni tembok disini" Gerutu febi lalu ia menoleh Kebelakang diamana diandra dan nevan sedang mentatapnya heran. "Hehe kalian lanjutin aja febi ngak ganggu lagi" Febi sembari mengangkat tangannya berbentuk v Diandra menatap punggung febi yang semakin lenyap, ah syukurlah untung ada febi kalo tidak bisa berabe.
All Rights Reserved
#779
bright
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possessive and Psycho Boyfriend [REPOST]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Marga Alvarezka
  • POSESIF MAFIA
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • My possesive boyfriend
  • Belia & Keandra (END)
  • Athalaqila [ SLOW UPDATE ]

Follow sebelum membaca "Keluarlah, Sayang! Percuma kau bersembunyi, aku akan menemukanmu!" Febri menendang meja tempat persembunyian Vani dengan kuat hingga membuat meja itu jatuh memporak porandakan hati Vani yang bergemuruh. "Ketemu juga." Vani menjerit kesakitan kala Febri mencengkram bahunya dengan kuat. Rasanya bahu itu hampir copot. Ia memberontak tapi tak mampu membuat cengkraman Febri mengendur. "Mau kabur ke mana lagi? Kamu nggak bakal bisa kabur, because you're mine, Baby ...." Air mata Vani tumpah, ingin menjerit meminta bantuan tapi mulutnya terasa terkunci begitu rapat melihat tatapan mematikan dari Febri. "Sakit, Feb. Lepasin! Ini sakit ...." Gadis itu merintih dengan tangis kian menderas. "Oh, ternyata cengkramanku ini menyakiti gadisku yang bandel. Baiklah karena aku menyayangimu aku akan melepasnya, tapi pilih dulu hadiahmu, Sayang! Pisau atau silet?" Rasanya Vani ingin mati saja. Pilihan yang laki-laki itu berikan tidak ada baiknya. Keduanya sama-sama begitu menyakitkan. Vani tak tahu harus memilih yang mana. "Feb ... aku mohon, aku minta maaf." "Aku terima maafmu, tapi jawab dulu. Kamu mau hadiah menggunakan pisau atau silet?" Published 3 September 2020 - 14 April 2021 Part masih lengkap

More details
WpActionLinkContent Guidelines