SERIAT

SERIAT

  • WpView
    Leituras 287
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadConcluída qui, mar 25, 2021
WpInfo
Fanfic
A UN1TY FANFICTION Sebuah cerita satu bagian. Garis besar tentang bagaiman mendung menemani luka menuju akhir yang sepi. CAST: Ricky Un1ty Fajri Un1ty Fenly Un1ty
Todos os Direitos Reservados
#59
fajriun1ty
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dear Fenly || Un1ty
  • i. Insouciance - UN1TY [✔]
  • DIA FENLY? | UN1TY
  • My Brother's [END]
  • Maulana Fajri
  • Run Away (Jakarta)
  • From Shandy (Completed)
  • BUBU  ||  UN1TY [END]
  • ARBOR Vi [End] || Un1ty
  • HE'S FENLY | UN1TY

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo