Secret [On Going]

Secret [On Going]

  • WpView
    Reads 272
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 7, 2021
Dari arah yang berbeda kedua angin datang dan saling menusuk satu sama lain. Sekumpulan debu halus yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, menjadi titik tumpu dari dua angin tersebut yang datang berbeda arah tujuan. Hingga, sekumpulan debu itu tercerai berai, berhamburan dan terbang entah kemana. _Rahasia_ Mempunyai wajah cantik, tentunya hal yang diinginkan semua orang. Tetapi, berbeda dengan Aiyla. Ia menginginkan, tampil jelek di depan semua orang. Setelah lulus dari sekolah menengah pertama. Karena kejadian yang Aiyla alami. Ia memutuskan untuk menutup kecantikannya. Aiyla takut akan terjadi hal sama dikemudian hari. "Lo cantik banget banget Aiyla," beberapa rambut terlepas, Nia semakin mengeratkan genggamannya pada rambut Aiyla. "Aaak, aaak," air mata menetes dari mata Aiyla. "Nia! Keterlaluan banget sih lu!" seru Dafa sembari melepaskan genggaman Nia, dirambut Aiyla. Menjadi cantik, bukanlah hal segalanya. Kecantikan dan kejelekan keduanya memiliki keburukan. Membuat Aiyla takut dengan kehidupannya, dan bersembunyi di antara rahasia.
All Rights Reserved
#52
jelek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEFENDER [End]
  • Kiara's Secret
  • Trust Your Heart
  • (END) Buku Kematian Jika Tidak Belajar
  • The Dark Side(END)
  • Ragu
  • Bagaskara Pradipta (END)
  • Pieces of Light

©2019 Story by Dallas_93 . . . . . MY 1ST TEEN STORY Tak pernah ada kata terucap dari mulut Davian tentang apa yang selalu dilakukannya terhadap Safaa. Gadis cupu dan dicap sebagai nerd di SMA Pelita Bangsa yang selalu menjadi bahan bullyan di sekolahnya. Kalau Safaa dihina, Davian datang menghalau. Kalau Safaa disakiti, Davian datang menolong. Kalau Safaa dipermainkan, Davian datang menghentikan. Bahkan, ketika Safaa dipermalukan, tubuh tegap Davian hadir melindungi Safaa. Banyak hal yang sudah dilakukan Davian untuk Safaa, namun sekalipun tak pernah terucap dari bibir Davian, bahkan hanya untuk sekedar berbasa-basi menyapa Safaa. Di hari-hari biasa, ketika mereka berpapasan, Davian menampilkan sikap seolah ia dan Safaa tidak pernah saling mengenal. Namun, ketika sesuatu terjadi pada Safaa, Davian akan hadir di barisan paling depan untuk menolong Safaa. Banyak hal yang harusnya ditanyakan oleh Safaa, namun hal itu tidak berani Safaa utarakan. Hingga ia, hanya mampu menganggap Davian sebagai pelindung sekaligus pembela dirinya. Namun hatinya, berkata lain. Benarkah hanya itu saja? --- "Aku perlu kejelasan," ucap Safaa sambil menunduk pada Davian yang sedang berdiri di hadapannya. Davian hanya terdiam, sambil menautkan satu alisnya. "Kejelasan?" Safaa mengangguk. "Atas sikap kamu selama ini." Mendengar itu, Davian tersenyum tipis. "Biarkan Tuhan yang memberi kejelasan, tunggu saja ya, paling telat lima tahun lagi kita bertemu di pelaminan," kata Davian santai, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Safaa yang mematung dibuatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines