Story cover for Memories by EllenDvn
Memories
  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 35
  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 35
Ongoing, First published Mar 25, 2021
Cerita ini cerita regresi (alur mundur), menceritakan kisah percintaan remaja menuju dewasa. Konflik menegangkan yang tak tertebak di part akhir cerita Lian yang pertama dan didukung dengan cerita Lian kedua. Mengusung konflik sosial-keluarga ditengah kehidupan yang harmonis. Rahasia yang tersembunyi dibalik sosok ceria Lian yang membuat hati teriris. 

Namanya Lian, Grizellian Quenauriste Athena Maheswari perempuan yang ceria dikelilingi banyak orang yang menyayanginya. Ini kisahnya, saat dia mulai menjalani hidupnya di Surabaya bersama keluarga dan sahabatnya. Memulai kehidupan SMA meninggalkan kenangannya di Jogja. Lian pada akhirnya mampu membuka hatinya untuk seseorang yang bisa menepis keraguan di hatinya.

"Nggak! Gue nggak setuju, sampai kapanpun gue nggak setuju!", - Farel 

"Iyaaa, tapi kenapa? Kenapa dari dulu kamu nggak setuju?!" - Lian

"Eee..Rel... Kamu.. nggak punya perasaankan sama aku kan?" - Lian

"Kalau emang gue suka sama lo kenapa?! Gue nggak habis fikir, cuman karna dia lo nentang gue dan lo nggak percaya lagi sama gue" 

"Lo berubah!" - Farel

"Bukan gitu Rel, aku..aku cuman nggak bisa bohong kalau aku juga suka sama dia. Rel..dia yang bisa buat aku percaya" - Lian

"Percaya atas apa Grizellian?! Lo anggep gue apa hah! Gue lebih bisa lo percaya daripada dia! Gue jauh lebih lama kenal lo dibanding dia Grizellian Quenauriste Athena Maheswari" - Farel

"Tapi apa yang kamu fikir bukan apa yang aku fikir Rel, aku punya alasan yang nggak bisa aku bilang ke lo Farel" - Lian


.



"Aku nggak bisa, bukan karna aku nggak serius sama kamu. Aku punya alasan sendiri Sean" - Lian

"Alah, semua orang yang pacaran juga nglakuin itu. Emang disini cuman aku yang serius sama hubungan kita, udahlah kita putus aja!" - Sean

"Apa keseriusan suatu hubungan harus nglakuin itu?! Lo bukan Sean yang dulu gue kenal, aku nggak nyangka kamu berubah kayak gini" - Lian

"Terserah! TERSERAH LO MAU NGOMONG APA! KITA PUTUS! RUGI GUE NYAMPERIN LO KESINI" -Sean
All Rights Reserved
Sign up to add Memories to your library and receive updates
or
#505adult
Content Guidelines
You may also like
Amor Eterno  by Sa_ra_da22_620Nakata
4 parts Complete
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
BAD BOY VS BAD GIRL (Selesai) by Irisretta
63 parts Complete
"Farel!" teriak seorang gadis. Jika dilihat maka dapat dipastikan ia sekarang sedang menahan emosinya. "Kenapa?" tanya cowok yang disebut Farel. "Lo, masih nanya kenapa! Setelah lo kempesin ban mobil gue, hah!" maki gadis tersebut. "Itu setimpal dengan apa yang udah lakuin ke gue tadi, sayang." ucap Farel. "Malah nyalahin gue lagi, lo. Jelas jelas lo yang salah malah balik nyalahin orang," kesal gadis tersebut. "Sekarang gue tanya. Siapa yang suruh lo laporin gue ke Buk Dewi, hem?" kata Farel. "Terserah gue dong, siapa suruh juga lo coret buku gue," ucap gadis tersebut dengan santai nya. "Berarti gue juga bebas dong sayang," ucap Farel sambil berjalan mendekat ke arah gadis tersebut. "Sayang sayang pala lo peyang," ucap gadis tersebut, "Pokoknya gue nggak mau tau, lo harus benerin ban mobil gue." "Kalo gue nggak mau gimana. Lo mau apa Reina?" kata Farel. "Sumpah lo cowok paling nyebelin yang ada di dunia ini," sentak Reina. Sementara para sahabat mereka hanya menjadi penonton dari apa yang kedua anak manusia itu lakukan. Mereka sudah biasa menyaksikan perdebatan kecil anatara keduanya. "Kalo gue cowok yang paling nyebelin di dunia, berarti lo cewek yang disayang oleh cowok ternyebelin di dunia," ucap Farel dengan santai nya. "Uhuy, gas terus Rel," teriak Risky, sahabat Farel. Reina menatap tajam Risky. "Diam lo!" sentak Reina kepada Risky. "Dan lo," tunjuk Reina kearah Farel. "Nggak usah panggil gue sayang sayang deh. Lo pikir gue sama kayak cewek cabe cabean lo itu," sentak Reina. "Emang yang bilang lo sama kayak mereka siapa?" kata Farel yang kini jaraknya benar benar dekat dengan Raina, sampai sampai deru nafas masing masing dapat dirasakan. "Jauh jauh deh, lo. Nggak usah usah dekat dekat gue. Risih gue dekat lo," kata Reina. "Oh ya," kata Farel. "Ih jauh jauh deh lo, gue udah bilang gue ri-" 'Cup'
Past | Na Jaemin✅ by MiftaXeimora
23 parts Complete Mature
Follow sebelum baca oke? 🔞 BOYFRIENDS SERIES 01 "Kak Farrell! Kakak dari mana aja sih? Kok baru sampe? Sya sya udah nunggu dari jam 2 loh?" Aditsya dibalik kaca mata cewek itu menatap kesal Farrel yang baru saja tiba. Padahal mereka sudah berjanji untuk bertemu pukul 2 siang tapi cowok yang merupakan kakak kelas sekaligus pacarnya itu baru tiba sekarang saat matahari sudah mau tenggelam. "Maaf yah Sya. Tadi biasa main dulu sama Bianca dia ngajakin soalnya heh" cowok itu tertawa ringan tanpa sungkan berkata tentang alasan cowok itu yang telat. Aditsya mengulas senyum lebar, mungkin lebih lebar dari biasanya sengaja menutupi sakit yang baru saja cowok disampingnya itu berikan entah dengan sengaja atau tidak. "Kak kalo aku mau main sama kakak..." Farrel menoleh cepat, menatap Aditsya dengan berbinar. "Kakak, gak bakal main sama kak Bianca lagi?" Farrel mengangguk cepat. "Jelas dong Aditsya ku sayang, aku punya kamu kenapa harus main sama Bianca?" Dengan hembusan nafas pelan Aditsya meyakinkan diri untuk percaya pada apa yang Farrel katakan. "Oke" -----*----- "Ahk Ka! Pelahn ahh pelanh Ka!" Tanpa mau menggubris rintihan dari Aditsya. Farrell dengan kasar mendorong ereksinya kedalam lubang surga milik Aditsya yang sekarang berteriak keras saat keperawanannya dirobek kasar oleh Farrell. "Ahh Ka! Pelan pelan Ahh ahh!" "Enak kan Sya? Kamu bakal suka ini uhh" "Ahh kak, sakit pelanh ahh pelan ka!" -----*----- "Sya, Aku tau aku salah, aku tau aku udah nyakitin kamu tapi tolong sya. Aku mohon maafin aku... Aku rela sujud dikaki kamu kalo itu yang kamu mau. Tapi aku mohon sya, aku mohon maafin aku" Lagi Farrell memohon entah yang keberapa pada cewek yang sudah dia hancurkan dimasa lalu itu. "Maaf kamu bilang? Aku gak bakal mau maafin kamu sampe kapan pun! Mau kamu sujud di kaki aku bahkan mati demi dapatin maaf dari aku pun kamu gak bakal pernah dapet maaf dari aku!" Aditsya berlalu, meninggalkan Farrell dengan kebisuan cowok itu.
ASAVELA KIARA  by naaa_day
18 parts Ongoing
"Jangan takut pada manusia tapi takut lah pada tuhan" _Asavela kiara_ ✨✨✨ pernah kah kau mendengar atau melihat tentang seseorang yang memiliki dua sifat?tentu ada di dalam dunia ini, bagaimana ciri ciri nya? sini, cerita ini akan mengajarimu tentang kehidupan yang munafik sebenarnya kenalin seorang gadis cantik yang terkenal kejam yang tidak memiliki rasa kasian kepada sesama manusia di sekolah nya dan di kota tempat dia tinggal dan lahir,di paksa pindah oleh sahabat nya untuk tinggal bersama ayah dan kedua Abang nya di Bandung "Sa...Lo kenapa nggak tinggal sama bokap lo aja sih, ayo lah gue sendiri disini,rasanya kalau nggak ada lo nggak enak,gue nggak punya teman sa, Lo pindah ke Bandung aja sa biar gue ada teman"ucap gadis dari sebrang sana. "gue mau ,tapi Lo tau kan half soul butuh gue"jawab gadis yang sedang calling with bestienya. "iya, gue tau tapi kan masih ada anggota inti lainnya,pliss saa pliss demi sahabat lo ini" paksa gadis di sebrang sana lagi. "okay gue pindah ke sana". "yeayy...,kapan Lo pindah?,nanti suruh bokap lo nyekolahkan Lo sama gue ya". "ya.., gue pindah 2-3 hari lagi,gue harus izin ke nenek dan gue harus berziarah ke makam ibu gue dulu" ucap gadis itu menjawab pertanyaan sahabatnya. "oke,gue titip salam ke almarhumah ibu ya" "yaa"balas gadis itu dan langsung mengakhiri panggilan telepon sahabatnya 'huh' desuh gadis itu menghela nafas 'Bandung i coming...' ✨✨✨ 🔔ini cerita pertama aku ya jadi maaf kalau kurang nyambung atau menarik dan banyak typo nya. 🔔 cerita ini dari otak ku sendiri ya,tidak mengcopy cerita manapun. 🔔jangan lupa follow 🔔happy reading
You may also like
Slide 1 of 9
Amor Eterno  cover
AgniaDiary's cover
NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING cover
BAD BOY VS BAD GIRL (Selesai) cover
Past | Na Jaemin✅ cover
ASAVELA KIARA  cover
Beautiful Girl [END] cover
Three Targeted Girls!! cover
My possesive boyfriend cover

Amor Eterno

4 parts Complete

"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.