Story cover for Be Reborn by Najwa_Fadilah
Be Reborn
  • WpView
    Reads 6,418
  • WpVote
    Votes 2,066
  • WpPart
    Parts 56
  • WpView
    Reads 6,418
  • WpVote
    Votes 2,066
  • WpPart
    Parts 56
Ongoing, First published Mar 25, 2021
Fiksi sejarah

Kisah seorang gadis penyintas bullying yang perlahan bangkit dari keterpurukan. Ia mencoba untuk kembali menjalani hidup, meskipun tak sepenuhnya sesuai dengan keinginannya. Namun, karena kedua orang tuanya berbeda agama, ia harus segera menepati janjinya untuk menentukan sebuah pilihan. Dan dimana ketika ia akan meresmikan pilihannya, ia mengalami kejanggalan yang membawanya ke suatu tempat.

DILARANG KERAS UNTUK MEMPLAGIAT KARYA INI DALAM BENTUK APAPUN.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Be Reborn to your library and receive updates
or
#660fiksisejarah
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Kena---nga: Mbalung Janur cover
Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m cover
The Untouchable Duchess (End) cover
𝘽𝙚𝙖𝙪𝙩𝙞𝙛𝙪𝙡 𝙏𝙞𝙢𝙚 || 𝙋𝙞𝙚𝙧𝙧𝙚 𝙏𝙚𝙣𝙙𝙚𝙖𝙣 {Revisi} cover
Saya menghidupi 200.000 pasukan perbatasan dengan bertani cover
Pernikahan Militer di Pulau Tahun 1970-an: Kehidupan sebagai Ibu Tiri cover
Let's Be An Elite Extra! [END] cover
Tahun 1970-an: Berpakaian seperti umpan meriam, menjual keluarga saya dan pergi  cover
Mulawarman : Gerbang Waktu Mahakam [END] cover
The Duke's Daughter "Seraphine de Nocteviel" cover

Kena---nga: Mbalung Janur

7 parts Ongoing

Tisari mengira setelah menemukan rumah, yang tersisa hanyalah tinggal di dalamnya dengan tenang. Ternyata tidak sesederhana itu. Abyasa Satria Kusumawardana bukan hanya pangeran Keraton Mandalawangi. Dan dirinya---yang rumah pertamanya runtuh oleh gempa, rumah keduanya hancur oleh perceraian---kini berdiri di sisinya. Di tengah bisikan tajam kerabat yang meragukan, bayang-bayang segala hal, serta beban menjadi perempuan di posisi yang begitu tinggi, Tisari tahu satu hal: membentangkan daun, menegakkan fondasi, dan melanjutkan apa yang telah dimulai. Karena rumah bukan tentang diterima. Rumah adalah tentang membangun---bahkan saat badai datang lebih cepat dari yang dikira. "Di keraton, diam bisa berarti hormat. Atau bisa berarti kalah. Aku memilih yang pertama." ---Kenanga Luhtitisari Kusumawardana. #6 Mandalawangi Universe