Story cover for Sembagi Arutala by Ihrasyifa13
Sembagi Arutala
  • WpView
    LECTURAS 50
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 50
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado mar 26, 2021
Terlahir menjadi anak pertama, bagiku adalah sebuah tantangan tersendiri. Harapan Ayah Ibu terpikul dipundak rapuh ini. Tak jarang mereka membangga-banggakanku ke tetangga bahkan sanak saudara bahwa aku ini aku itulah, aslinya aku tak seperti itu. 

Aku hanya berusaha untuk baik-baik saja dihadapan mereka meski kadang sulit. Aku tak mau mereka sedih dan ekspetasi mereka terhadapku berantakan. Harus kuat dan sebisa mungkin menjadi pelindung untuk adik-adiknya. Itulah prinsip yang selalu aku pegang. 

Jauh dari keluarga, sendiri di tanah perantauan mengajarkanku arti kehidupan yang sebenarnya. Masalah demi masalah silih berganti hadir dihidupku. Akankah aku sanggup menghadapinya apa menyerah dan pulang melihat gurat kekecewaan di wajah Ibu?

SC Cover: Pinterst
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sembagi Arutala a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#276kuat
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
MENDEKAP RINDU de SriSitumorang5
33 partes Concluida Contenido adulto
Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.
(Bukan) Keluarga de akulily_
29 partes Continúa
Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Istri Atau Sarjana [Tamat] cover
Antara aku dan dunia cover
Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series) cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
MENDEKAP RINDU cover
30 days to find love cover
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
(Bukan) Keluarga cover
Dear Future (new version) cover

Living with Brothers [TAMAT]✓

49 partes Concluida

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa