Love Story

Love Story

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Damian merangkul tubuh glora agar berdiri lalu duduk di atas kasur. Tangan damian terangkat menghapus air mata glora lalu membenahi rambut glora yang berantakan. " Lo harus iyain semua kemauan gua, oke?!" Dengan nafas yang mulai teratur, glora menjawab dengan tersedu-sedu. "Iya." "Lo harus mau jadi pacar gua mulai sekarang." "Iya." "Pulang sekolah harus sama gua, kalo gua ada kegitan, gua bakalan suruh temen gua yang nganter lo pulang, jangan pernah pulang sendiri karena lo tanggung jawab gua sekarang. Inget lo baru aja jawab iya buat jadi pacar gua." "Iya." "Harus nurut, kalo gua bilang apa." "Iya." "Kalo ada apa-apa, atau ada yang jahatin lo, harus bilang ke gua." "Iya." "Kalo mau kemana-mana harus izin dulu sama gua." "Iya." "Jangan ada rahasia di antara kita, and gua paling gak suka di bohongin, lo harus ingat itu." "Iya." "Yaudah jangan nangis lagi, muka lo udah kayak kepiting rebus." Kekeh damian sambil terus menghapus air mata glora yang tak berhenti keluar. "Iya." Glora terus saja menjawab iya, membuat damian gemas sendiri. "Naena sama gua mau gak?" Tanya damian sambil menahan senyum. "Iya." Jawab glora tanpa sadar membuat tawa damian pecah seketika. "Heh." Kaget glora saat menyadari pertanyaan damian barusan, ia langsung menghapus air matanya kasar dan memukul damian dengan bantal karena kesal. "Eh.. eh.. glo, udah glo... Katanya mau naena, yaudah ayo. Malah di pukul hahaha..." Tawa damian sambil mencoba menahan tangan glora agar berhenti memukulinya. "Ih damian..." Kesal glora. "Yaudah-yaudah iya, makanya jangan nangis lagi. Gua gak bakalan ngapa-ngapain lo kecuali lo yang minta". Ucap damian sambil memeluk Glora. "Gak akan pernah terjadi." Jawab glora yang sudah membalas pelukan damian dan menyembunyikan wajahnya di dada damian.
All Rights Reserved
#27
pentolansekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • 36 days with you {saida} [End]
  • CALVANDER [SUDAH TERBIT]✅
  • My Childish Boyfriend [ End ]
  • Sweet Combat
  • REYNATHAN
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • MANJA ATAU DINGIN NIH?[END]

Apa ini plagiat karya kalian I don't think so!! Ingat ya ini cuma karangan fiksi, jika kesamaan tempat dan alur cerita, mohon maaf saya tidak maksud meniru (15+) Hai tems, yuk pahami sekilas sebelum baca Tiap partnya sedang-sedang saja, cerita gak sepanjang itu dan gak sesingkat itu, normal-normal aja, menurut saya!!ಥ⌣ಥ(」゚ロ゚)」 SINOPSIS ★★★ Hidup di rantau hanya dengan seorang sepupu, bahkan sama-sama perempuan. Nama kakak sepupu Gua Yuni. Selain Kak Yuni, Gua juga punya sosok kakak yang ganteng alias kakak jadi-jadian selama di rantau, kerap disapa Kak Ari. Kak Ari sangat freindly menurut Gua, kadang kita musuhan kadang kita saling sayang kadang kita saling jahil. "Ini oleh-olehnya kok banyak amat Kak? Kak Ari ke pasar kuliner apa daki gunung nih?" "Banyak tanya kamu Gey." suara Kak Yuni tiba-tiba dari belakang bikin Gua ngelus dada. "Ih Kak Yuni, bikin jantungan mulu ya hari ini. Tiba-tiba teriak-teriak sekarang tiba-tiba muncul." ujar Gua masih kaget. ★★★ Meski di rantau Gua punya sahabat, Gua bukan tipe orang yang freindly, lumayan sukar berteman. "Berasa kuli Gua." teriak Gua pada Fagrel yang sedang mengangkut bambu tiga kali lipat dari Gua. "Biar berotot Lo." balasnya senyum-senyum. ★★★ Dalam cerita ini banyaknya kisah Gua di sekolah, ada kasus masa lalu yang gak Gua duga-duga bisa timbul lagi. "Omorfia." panggil wanita itu lembut. "Apa? Anda tidak pantas menyebut nama itu." amuk Gua menggebu-gebu. "Omor! Jaga bicara kamu! Dia Mama Kamu!" ★★★ Kata orang percuma lari dari masa lalu, mau lari kemana aja gak bakal bisa, karena dunia itu sempit, dimana ada manusia disitu ada masalah dan masalah gak bisa dihindari bukan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines