Jadun

Jadun

  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 300
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 2, 2021
Di saat cowok wattpad lagi balapan, gue yang udah manasin motor mau ikutan balap. Malah diteriakin Emak "Jadun lu mau kemane? cuci piring sonoh, lu tuh kerjaannya cuman maen-maenin motor kaga tau bensin susah sekarang" teriak emak gue dari dalam rumah. Dan di saat cowok wattpad jemput ceweknya buat berangkat sekolah bareng gue malah "Jadun lu dah mau berangkat sekolah kan, sekalian dah anterin emak ke pasar" Perintah emaknya mutlak Emak oh emak. Janganlah jadi penghalang anakmu untuk menjadi keren. Jadun pengen jadi anak keren seperti cowok wattpad. Ga mau jadi Babuk emak. Tapi mau ngelawan takut dosa gue. Iiihh ngeriiii. **** Cerita keseharian seorang Jadun Janglala yang selalu terhalang oleh emaknya. Ini cerita ringan buat nemenin hari kalian jadi lebih ringan. Cerita tentang keluarga Janglala dan Si Jadun Anak Yang Pengen Jadi Keren.
All Rights Reserved
#7
betawi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓
  • GEVRONZ
  • Lee Cute Jeno: Shorts 2
  • Rumah Penuh Cerita
  • Arsyilazka
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Perihal Sandwich(End)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • DIARY SAKURYO [✔]
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔

SERI KEDUA KLANDESTIN UNIVERSE [Sudah terbit & part masih lengkap] "Bang, tahun depan kalian umur berapa?" celetuk Aji yang bergabung dengan Haikal dan juga Marka di ruang tengah. Di tangannya menyangga gelas berisi jus jambu yang ia dapatkan dari hasil memohon pada Reihan. "22 kayaknya," jawab Marka. Sementara Haikal yang berbaring di sampingnya langsung menyahuti. "Kenapa nanya-nanya?" "Nanya aja, lo tahun depan umur berapa?" "Gatau," jawab Haikal tanpa ada minat menoleh, ia malah sempat melirik Marka yang kebetulan ia pinjam pahanya sebagai bantal, tapi setelah itu ia kembali menatap layar ponselnya. "Kok nggak tau sih? Umur sendiri juga." "Ya, umur mah nggak ada yang tau, Ji," jawab Haikal. ✨✨✨ "Kita adalah tujuh yang menjadi satu. Sukacita dan air mata. Bahagia dan pilu. Kita bisa saling berbagi. Klandestin Gang adalah sahabat, keluarga, dan rumah terbaik yang pernah ada." - Sapta Harsa, 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines