We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Married To Sugar Daddy

Married To Sugar Daddy

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 2, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Tagsdewasa
(21+) 🚫CERITA INI BANYAK ADEGAN AJUB-AJUBNYA🚫 Amora seharusnya gak jadi nolongin bocah di taman kalau tau ujung-ujungnya bakal di nikahin, kontrak pula mana dibayar 10 miliar lagi. Amora itu masih mudah, 18 tahun masian, masih mau lanjut kuliah. Tapi mama nya malah maksa buat dia terima aja tuh tawaran nikah, kata mamanya; 'Kan cuma sebulan doang, nanti kuliah nya bisa nyusul, yang penting 10 em nya jangan di ilangin.' Parah sih.... Secara gak langsung mama nya ngejual dia sama om-om kaya itu, mana punya anak lagi. Udah deh liat aja kisah calon mama muda ini....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Your Daddy is Mine
  • My Life With Him [End]
  • Blame The Silence (END)
  • BATAS DOSEN
  • Give Me More Your Life✓
  • Unspoken
  • We Never Make It
  • The Hot of Redemption [END]

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines