TITISAN NYI BLORONG: DILAHIRKAN UNTUK MENGHISAP BISA
Dulu, Desa Kemuning adalah surga. Hutan rimbun dan sungai jernih menjadi rumah bagi manusia dan makhluk melata, termasuk ular. Namun, keserakahan manusia merusak segalanya. Penebangan hutan dan pembangunan membabi buta menghancurkan habitat, memicu kemarahan alam. Ular-ular tak lagi berdiam diri. Mereka bangkit, meneror desa dengan gigitan mematikan, menuntut balas atas kehancuran rumah mereka.
Di kedalaman samudra, Nyi Blorong, Ratu Ular, merasakan setiap penderitaan anak buahnya. Amarahnya membara, siap meluluhlantakkan dunia manusia dengan teror yang lebih mengerikan. Namun, nasehat bijak Ratu Kidul, sang Ibu, mengubah segalanya: Balaslah dengan kebaikan, bukan kehancuran. Nyi Blorong harus menitiskan kekuatannya pada seorang manusia.
Lahirlah Tresna Meylani. Sejak kecil, ia telah merasakan bisikan dari tanah, berkomunikasi dengan ular tanpa ia tahu mengapa. Sang Ibu, Endah, menyimpan rahasia besar tentang asal-usul putrinya, tentang mimpi Nyi Blorong dan kalung permata hijau gelap yang menjadi penanda takdir.
Ketika teror ular di Desa Kemuning mencapai puncaknya, Tresna dihadapkan pada kenyataan pahit: ia adalah satu-satunya harapan. Dengan kekuatan kalung titisan yang mampu menghisap bisa dan suara yang mampu menenangkan amarah ular, Tresna harus berdiri di antara dua dunia yang berseteru.
Akankah Tresna berhasil meyakinkan manusia untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mengembalikan keseimbangan alam? Atau akankah Desa Kemuning lenyap ditelan amarah yang tak berujung?
Ikuti perjalanan Tresna, sang titisan Nyi Blorong, yang dilahirkan bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menghisap bisa permusuhan dan mengukir kembali harmoni.
Copyright:
© 2025 Loomdark Studio. All right reserved.