Bisakah Aku Bahagia ?

Bisakah Aku Bahagia ?

  • WpView
    LECTURAS 54
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 27, 2021
" Semua lelaki sama saja, engga ada yang bisa membuat aku bahagia! " isak tangis Imelda semakin menguat atas semua rasa sakit yang ia derita Imelda seorang gadis remaja yang kuat dan mandiri selalu merasa tidak pernah dapat keadilan dalam hubungannya di dalam pertemanan juga percintaannya . Ia selalu merasa sendiri dan tidak selalu merasa cukup puas dengan ekspetasinya terhadap hubungan, Imelda seorang anak yang terbilang "cukup" dari keluarganya yang memiliki bisnis maju yang di kelola oleh seorang Ibu Single Parent Selepas ia usai sekolah, Imelda memutuskan untuk bekerja dan mencukupkan dirinya sendiri, Ia tidak ingin merepotkan mamanya apalagi terlibat campur tangan dari bantuan dana dari mamanya. Imelda menjalankan hidupnya penuh depresi karena pilihannya terhadap hubungan yang tidak pernah tepat.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Regards, Natashira (END)
  • My Bad Baby Boy (Complete)
  • IHoPe  (RyU)""
  • Embrace again, Arnan
  • Kita Bercerita Tentang Hari Ini
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • MENDEKAP RINDU
  • Padam Nelangsa
  • DANADYAKSA

"Kedatangan saya kemari, berniat untuk melamar anak bapak dan ibu..." ucapnya to the point, dia tidak mengerti cara lamar anak orang bagaimana. Lebih baik langsung ke inti, latar belakang nanti saja dijelaskan belakangan Sepasang suami istri itu saling pandang, "Kenapa Mas Rakta tiba-tiba datang melamar? Apa sudah kenal dekat dengan anak saya?" "Belum." "Belum sepenuhnya" Ruang tamu rumah satu lantai itu hening... suara angin masuk berlahan melalui jendela, menghempaskan gorden tipis yang sudah terikat. "mas, panggil anaknya aja" saran mamanya menepuk bahu sang suami Raka mulai menghentak-hentakan kaki gelisah, sepertinya keduanya salah kira... "Na... Shinaaa, sini nak. Ada yang datang..." Seorang perempuan yang sejak awal memang menguping pembicaraan di ruangan itu, bergegas keluar dari persembunyiannya "Bukan," Ucap Rakta memotong, membuat dua orang di depannya kebingungan, "yang saya maksud, anak bapak dan ibu yang lain," "Shira. Natashira..." Ucapannya semakin membuat sunyi seisi ruangan, "Kamu mengenal Shira? Shira sedang di Amerika, belum pernah kembali ke Jogja sudah lebih dari 10 tahun..." ucap sang ibu dengan penuh kebingungan "Saya kenal, kami satu SMA. " "Saya serius dengan niat saya ini..." "Saya serius ingin menikahi Shira"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido