RAKSASA MALAM [BxB]

RAKSASA MALAM [BxB]

  • WpView
    Reads 3,633
  • WpVote
    Votes 276
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 8, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Kehidupan ku berubah drastis saat bertemu dirinya! iyaaa dia si raksasa besar! sampai-sampai kepalaku di buatnya putar 360° bahkan lebih! karna sikap nya yang sangat membuat ku kesal jika berhadapan dengan nya! Dia tinggi! sangat tinggi! dan dia juga aneh, sangat aneh bahkan dia terlihat seperti misterius dimataku. Raksasa itu adalah salah satu senior yang paling di takuti di sekolah ini, Hmmm dia memang nyebelin dan ngebuat ku kesal namun ada sewaktu-waktu prilaku dan sikapnya sedikit aneh juga berbeda dari sebelumnya, "Semua yang ada pada dia terlalu rumit untuk gue mengerti, maka dari itu gue suka semua apa yang ada pada dirinya." -Rega. "Hidup terlalu singkat untuk di jadikan bahan perbandingan, maka dari itu karna ini diri gue yahh tetap gue bukan dia, elo atau siapa pun." -Timmy "Dirimu terlalu astagfirullah buat aku yang subhannallah," -Geo
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • Secret Love [BoyxBoy]
  • REZA DAN 14 PENGUASA (BXB HAREM)
  • An Assistant
  • RINDU | SOOKAI
  • The Bad Boy
  • BERAWAL DARI TWxTTER
  • Más Tarde 《END》
  • SELFISH OF LOVE

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines