We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mount Everest

Mount Everest

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu aku memang mencintaimu, tapi untuk sekarang jika aku mengatakan kalau kita hanya sebatas teman apa itu akan membuat hubungan antara kau dan aku akan baik-baik saja? "Oh... Jadi lo suka sama Allen?" Tanya Affan Ryo mematung, ia tak tahu harus menjawab pertanyaan yang bertubi-tubi dari temannya. "Lo mikirin perasaan derrel gak si yo?!" Kali ini Daniel yg bicara "Lo sendiri yang bilang mulut Allen kotor, dingin, gak bersahabat, sekarang, Lo malah ngejar Allen." Ucap putra "Si bangsat ngejilat ludah sendiri." Sambung Affan Ryo tetap diam, seandainya jika pertaruhan sialan itu tidak pernah ada, mungkin nasib kedua sahabatnya tidak akan seperti ini. Dan ia tidak mungkin berada di koridor dan menerima semua hinaan dari temannya *** Penasaran sama taruhannya? Last chek my story #salamEveresing
All Rights Reserved
#18
cewekdingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Evando&Seraphine [END]
  • Ice Prince Vs. Ice Princess
  • AlbiSer [End]
  • Rival, Jadi Pacar?
  • No Longer Mate
  • Takdirku [END]
  • Arsyilazka
  • Devara [Proses Terbit]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines