SANDYAKALA
  • WpView
    Reads 1,280
  • WpVote
    Votes 551
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 4, 2022
Selayaknya senja, kehadiranmu adalah menjadi yang paling disuka. Keindahanmu adalah sesuatu yang begitu dicandu. Seperti selayaknya senja, kita adalah sebuah perbedaan warna, yang membaur untuk melengkapi, yang menyatu untuk saling menyempurnakan. Berbeda yang pada akhirnya mampu di satu-padukan. Dan seperti selayaknya senja, kisah kita hanyalah sekejap ada. Meski indah nan membahagiakan, nyatanya tak dapat di saksikan untuk waktu yang lebih lama. Dan seperti selayaknya senja, kita berdua tak kekal bersama. Segalanya, seperti baru dinikmati dengan waktu yang hanya sebentar saja. Kita dua yang kini berduka, atas kisah yang berakhir nelangsa. Menoreh goresan yang bagai tidak akan terlupa. Nyatanya di balik keindahan yang ada, senja di atas sana menyimpankan sebuah luka. Mengingatkan pada kenangan pahit, dengan luka yang terbuka menganga. Seperti selayaknya senja, Indah yang juga menyakitkan.
All Rights Reserved
#266
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Langit.
  • REVAN [SELESAI]
  • Evanescent [Tamat]
  • SUNRISE AT SIX
  • Jendela Rasa ✔
  • Cerita Tentang Zeeya
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • to forgive [dalam revisi]

Senja selalu menjadi saksi bisu setiap pertemuan kami. Di bawah langit jingga yang mulai memudar, aku selalu menemukan kedamaian saat bersamamu. Setiap sore, ketika matahari perlahan tenggelam, hatiku seakan menemukan pelabuhan setelah sekian lama berlayar. Aku ingat pertama kali kita bertemu. Saat itu, kau sedang duduk di tepi pantai, menatap jauh ke arah horizon. Ada kesedihan yang terpancar dari matamu, namun saat aku menghampiri dan mengajakmu bicara, senyummu merekah seindah mentari pagi. Sejak saat itu, aku tahu bahwa aku ingin selalu melihat senyummu. Setiap hari, kita menghabiskan waktu bersama. Kita berjalan-jalan di sepanjang pantai, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Kau mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan, tentang cinta, dan tentang arti kebahagiaan. Aku merasa begitu beruntung memilikimu. Namun, tak semua kisah cinta berakhir bahagia. Ada saatnya kita harus berpisah. Jarak dan kesibukan masing-masing membuat kita sulit bertemu. Meski begitu, rinduku tak pernah hilang. Senja selalu membawamu kembali dalam ingatanku. Aku sering bertanya-tanya, apakah kau juga merasakan hal yang sama? Apakah kau juga mengingat semua kenangan indah yang pernah kita buat bersama? Aku berharap suatu saat nanti, kita bisa bertemu kembali dan melanjutkan kisah cinta kita. WARNING: ADULT THEMES (18+). This content is intended for mature audiences and adheres to Wattpad's guidelines for mature ratings.

More details
WpActionLinkContent Guidelines