Story cover for KAKEK by kimayrin
KAKEK
  • WpView
    Membaca 190
  • WpVote
    Vote 43
  • WpPart
    Bab 16
  • WpView
    Membaca 190
  • WpVote
    Vote 43
  • WpPart
    Bab 16
Bersambung, Awal publikasi Mar 28, 2021
Cerita ini menceritakan seorang kakek yang hidup sebatang kara tanpa keluarga,kakek itu senantiasa merasa kesepian dalam hidupnya,tanpa tujuan hidup yang jelas kakek itu hanya berusaha hidup untuk dirinya sendiri.Dan suatu hari datanglah seorang anak kecil berkucir stroberi sambil berkata"Kakek adalah kakeku jangan bersedih lagi ya"
Kakek  itu tersenyum dan merasa bahagia


Bagaimanakah kisah selanjutnya? 
Lanjut baca saja🥰
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan KAKEK ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#2bertobat
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
FILOSOFI RUMAH cover
ADIRA (END) cover
Bad Antagonis. ✔ cover
Matahari Kecil cover
Happy Is Bulshit cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover
Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎ cover
Full Of Scratches cover
Alisa's Story  cover
Kio Or Jio cover

FILOSOFI RUMAH

31 bab Lengkap

Deskripsi Cerita: Di rumah ini, pagi dimulai dengan teriakan Audy yang protes karena Mas Aksara iseng menyembunyikan kaos kaki sebelahnya. Lalu, diikuti dengan Mbak Anin yang sok bijak tapi selalu kena mental karena dua adiknya terlalu absurd. Ibu? Dia sudah kebal dengan kegilaan anak-anaknya, cukup menghela napas dan berharap rumah tidak berubah jadi arena smackdown. Namun, di balik candaan, keisengan, dan suara gaduh setiap hari, ada sesuatu yang lebih dalam-sebuah perjalanan. Tentang keluarga yang sempat goyah tapi kembali kokoh. Tentang tawa yang sempat hilang, lalu ditemukan lagi. Karena meskipun kadang menyebalkan, rumah ini tetaplah rumah, tempat di mana mereka selalu kembali, tidak peduli seberapa jauh kaki melangkah. »»---->☆(ノ◕ヮ◕)ノ*<----«« "Rumah itu bukan cuma tempat kita tidur. Rumah itu tempat kita pulang, meskipun kadang isinya penuh orang ngeselin." -𝐀𝐮𝐝𝐲 𝐒𝐞𝐧𝐚𝐧𝐝𝐢𝐤𝐚- "Hidup itu nggak selalu adil, tapi selama ada orang yang bisa bikin kita ketawa setelah nangis, berarti kita nggak sendirian." -𝐀𝐤𝐬𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐰𝐢 𝐉𝐚𝐠𝐫𝐚𝐭𝐚𝐫𝐚- "Kita nggak bisa menghindari luka, tapi kita bisa memilih untuk tetap berjalan, meski sambil bawa bekasnya." -𝐀𝐧𝐢𝐧𝐝𝐲𝐚 𝐃𝐢𝐲𝐚𝐡 𝐀𝐲𝐮 𝐒𝐚𝐦𝐢𝐫𝐧𝐚𝐭𝐚- 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐫 𝐛𝐲 𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫𝐞𝐬𝐭.