My crush,it's you

My crush,it's you

  • WpView
    Reads 1,274
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 22, 2015
Kebayangan gak sih?!,kalau seorang yang populer menyimpan rasa terhadap teman sekelasnya yang super culun.Naura Priscillia anak terpopuler disekolah bahkan diluar sekolah yang tragisnya menyukai teman sekelas yang culun sekali dan jauh dari kata cowok idaman.Cowok itu bernama Satria,biasanya dia dipanggil Satria atau yang lebih tepatnya "Si culun". Nah seseorang itu adalah gue,seorang yang popular dan menyukai siculun. but....inilah kisah gue hahaha Naura~ Ini tuh cerita pure remaja banget deh .mulai dari kisah cinta ala-ala anak sma terus persahabatan bahkan humor yang ringan ada dicerita ini.oh iya cerita ini konfliknya gak banyak kok paling cinta yang bercabang-cabang kemana-mana tapi bukan tentang persilingkuhan ya. ceritanya berdasarkan kehidupan sehari-hari kok Selamat membaca ,semoga senang dengan cerita ini Dan satu lagi dimohon jangan plagiat cerita walau cerita ini gak bagus tapi tetap aja ini hasil pemikiran murni saya dan bukan buat dijiplak seenaknya.terima kasih atas pengertiannya
All Rights Reserved
#139
satria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • Kelas A [End]
  • No Longer Mate
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Love Beyond Reason
  • Stay On My Way
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • It HURTS
  • DEAR...   [TAMAT]

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines