ALUMNI (PROSES REVISI)

ALUMNI (PROSES REVISI)

  • WpView
    Reads 14,422
  • WpVote
    Votes 1,827
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 21, 2022
Menceritakan sebuah kisah percintaan dua insan yang belum sempat dimulai, namun sudah harus diselesaikan. Andreas yang pergi dari kehidupan Zia selama sembilan tahun, kini dia kembali. Hidup Zia yang sudah ditata rapi langsung hancur dalam seketika saat melihat kemunculan Andreas. "Kembalinya dirimu sungguh tidak tepat, Andreas." Andreas tidak menjawab. Pria itu hanya tersenyum saja melihat wajah wanita yang selama ini ia rindukan. "Aku merindukanmu, apa itu salah?"
All Rights Reserved
#144
designer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Got It
  • KITA YANG HAMPIR SELAMANYA
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • -tentang Anna
  • Sunrise in Nightmare
  • Double'A Season 2
  • 𝐋𝐄𝐍���𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)

Satria Evandra Arbani, laki-laki itu hanya menginginkan bertemu kembali dengan Clara Regina Anandhina, perempuan yang dipacarinya enam tahun silam. Saat mereka masih merasakan indahnya, cinta di masa putih abu-abu. Sebuah peristiwa terjadi, mengakibatkan Satria tak bisa bertemu dengan Clara lagi. Bertahun-tahun laki-laki itu selalu mencari. Tenggelam dalam keputus-asaan dan rasa bersalah. Hingga di suatu sore, keduanya kembali bertemu. Meski Satria tahu, Clara sudah tak sama lagi seperti dulu. Perempuan itu berubah menjadi sosok dingin yang penuh luka. Satria langsung menyadari jika dirinyalah yang merubah sosok Clara. Apa yang Satria lakukan untuk membuat perempuan itu kembali padanya? Di saat ada sosok lain yang mengakui Clara sebagai tunangannya. -------------- "Pergi!" Clara memejamkan matanya erat-erat. Tak sudi menatap sosok itu. "Pergi dari sini!!!" "Ra--" suara Satria tercekat. Menatap sosok di hadapannya penuh luka. "Aku mohon--" "Pergi!" Clara terus berteriak, matanya kini menyorot nyalang. "Pergi! Pergi! Pergi!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines