Elemen Love

Elemen Love

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 29, 2021
"Apa-apaan Sik Lo than pegang-pegang?"ujar Leana. sambil tangan nya masih di genggaman Nathan "Hmmm".ujar Nathan singkat. "Ha hum hmmm,sariawan Luh?" ujar Leana "Hmm".ujar Nathan. "woyy than kalo lu sariawan mending sana diobatin,sana beli obat atau lu ke dokter tu."ujar Leana "hmmm"ujar Nathan lagi. "Lah than nyahut lagi Hemmm gue gaplok Lo"ujar Leana geram . "Dengerin gue".ujar Nathan. "Nah gitu dong ngomong yang jelas jangan ha hum hemm homm ,apaan yang harus gue dengerin, ini dah gue dengerin lu ngomong".ujar Leana. "gin..".ujar Nathan Terpotong Oleh Leana. "Gini, kenapa Sik Gini?". ujar Leana "dengerin dulu markonah, Jangan di potong-potong omongan gue".ujar Nathan sedikit emosi "Cepet".ujar Leana "Mulai hari ini lu harus nurut sama gue".Ujar Nathan dengan berbicara sedikit Lembut dan seperti berbisik. "apa, lu mau diurut, wahh kenapa lu, badan lu ad yg keseleo yah atau salah urat?".ujar Leana bego. "NURUT LEANA BUKAN DIURUTTTT!!!!!".Ujar Nathan ngegas. bak petasan di hidupkan. "Hah nurut?".ujar Leana bego "iya"ujar Nathan santai "Emang lu siapa gue ,suruh gue nurut sama lu?".ujar Leana dengan Santai bak di pantai. "Sekarang lu jadi monyet gue". ucap Nathan santai. "apa monyet emang gue Hewan lu gitu".ujar Leana "Iya lu hanya milik gue".Ujar Nathan santai bak di gurun pasir. ehh salah pantai maksudnya "ehhh luuu enak aja milik lu emang gue apaan!!!".ujar Leana yang yang menahan kesal karna di katain Monyet. "Hmmm".ujar sik Nathan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Cinta Jangan Pergi(Complete)
  • Its Not "TRASMIGRASI"
  • Annoying boy
  • Berlian Kagastra
  • KIARA [END]
  • Dream Mine (Selesai)
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines