Diary Nadya [On Going]

Diary Nadya [On Going]

  • WpView
    Membaca 593
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Sep 2, 2021
Always Grateful. Semua masalah itu bukan beban. Sebetulnya, kamu bisa menghadapi itu semua. Kamu, terlalu sering mengeluh. Padahal ada banyak orang yang jauh lebih sulit dari kesulitan kamu itu. Cantik, baik, bar-bar, selalu menebarkan senyuman. Seperti tidak ada beban, padahal ada sebongkah cerita yang sulit ia pecahkan. Brichia Nadya Atharin, selalu memposisikan dirinya kalau ia adalah orang yang paling bahagia di dunia. Tidak peduli seberat apa, beban yang ia pikul di pundaknya. Karena menurutnya, bersyukur itu yang paling utama. ----------- "Kita itu ibarat muatan listrik. Lo Proton gue Elektron. Lo yang nyalurin muatan positif lo ke gue yang bermuatan negatif." Start: 10 April 2021 Finish: -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#51
terbit
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • F A K E ? [End]
  • AKSAFA (End)
  • ALVIVA (END)
  • FIZYA
  • Fate Of Tania
  • MERAPI
  • Time Heals [TAMAT]
  • NIDA ( END )
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • SKALETTA [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan