Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah

  • WpView
    MGA BUMASA 212
  • WpVote
    Mga Boto 9
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Mar 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Aku menyukai Umar, tapi dia malah melamar adik ku dan menikahinya. Hatiku di buat luluh lantak tak berbentuk dalam satu malam. Sosok Umar yang begitu taat akan agama membuatku mendambakan dia sebagai calon imam ku. Meski aku sudah mendengar bahwa pernikahan itu akibat kesalah pahaman, tapi aku tetap merasa di khianati. Sampai akhirnya ayah menjodohkan aku dengan pria bernama Habib. Dia pria yang baik dan juga taat beribadah. Namun, bagaimana bisa aku menjalin hubungan pernikahan dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai? Dosa apa yang ku buat di masa lalu hingga aku harus menjalani hidup seperti ini? Aku bahkan tidak bisa melupakan Umar meski status ku sudah berubah menjadi istri orang. "Mas mengerti, dan Mas nggak akan sentuh kamu sebelum Umar hilang dari sini," kata Habib menunjuk dada ku. Aku terdiam.
All Rights Reserved
#26
habib
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • TEOLOGI CINTA
  • JASAD IBUKU MENGAPUNG DI BELAKANG RUMAH
  • Disatukan Oleh Perjodohan [END]
  • Jodoh Spesial
  • Kekasih idaman (TELAH TERBIT)
  • Masya Allah Zaujati || Cinta Dalam Doa [ END ]
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Syariat Husband
  • Hati yang Terjodoh (Tamat)
  • Alzam (END)

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman