gasha

gasha

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 17, 2021
"Agaa, kayaknya Sha mau berhenti aja deh. Sha udah nyerah, Sha capek gaa." Raga terdiam, masih mencerna kata-kata yang diucapkan oleh Sha. "berhenti gimana Sha?" tanya Raga khawatir. Sha terdiam berusaha untuk mengendalikan dirinya agar tidak meneteskan air matanya didepan Raga. Takut takut Raga malah tidak menerima ini semua, sejujurnya Sha juga tidak mau seperti ini. Tapi keadaan yang memaksanya. Apa yang akan dikatakan oleh sha kedepannya? ntahlah... ayok mampir dulu di cerita Gasha
All Rights Reserved
#400
raga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • Mengapa Kita? (Usai√)
  • Datang & Pergi
  • DIKANESHA
  • BUNGKAM
  • tentang sebuah rasa
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Aku Adalah Lukamu
  • ELBITHARA
  • AKU KAMU DAN SEMESTA

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines