PURNAMA (SLOW UPDATE)

PURNAMA (SLOW UPDATE)

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 8, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Purnama Korban pembulian di SMA Dinaswara. Dia harus menerima resiko dari perbuatan keluarga.memerima semua rasa sakit dan kepedihan yang dialaminya.Tidak ada setitik pun kebahagian didalam hidupnya.tidak ada senyuman kebahagian dalam wajahnya.hanya ada senyuman kekuatan untuk menahan semua rasa kepahitan yang dialami. bukan karena keluarga tidak mampu.keluarganya sungguh mampu.bahkan mempunyai rumah mewah.tetapi dari uang haram yang di dapatkan keluarganya. hingga purnama yang tidak bersangkutan dan tidak pernah sedikitpun ingin mengikuti jejak dari keluarganya. harus menerima kepahitan yang dialami. Selamat Membaca Cerita purnama. jangan lupa untuk vote dan komen sebelum atau sesudah membaca.
All Rights Reserved
#120
putihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Nathina (Sudah Terbit)
  • Petrichor
  •  ANATHA
  • Kisahku Tentangmu
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Adek Abang || END
  • EARENDEL
  • Arunika

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines