Kata orang, bersih itu sebagian dari iman. Nah, kalau kata dokter gigi, kebersihan karang gigi itu sebagian dari kerja keras menyikat gigi. Tapi, sejak kecil, serajin apa pun Ria menyikat gigi, dia tetap saja harus merawatkan giginya ke dokter gigi.
Setelah beranjak dewasa, Ria pikir siksaan ke dokter gigi itu sudah usai. Tapi, di tengah tugas pentingnya, kepalanya mendadak sakit hingga membuatnya tak bisa bekerja dengan baik. Ketika hasil pemeriksaan tidak menunjukkan ketidakberesan, dokter jaga di UGD menyarankan Ria ke dokter gigi.
Mimpi buruknya kembali dimulai.
Terutama ketika dokter langganannya sedang cuti, digantikan dokter lain yang luar biasa ganteng dan berlesung pipi. Jantung Ria berdegup kencang di bangku eksekusi poligigi. Memang sih, Ria masih single, dan tak ada cincin melingkari jari manis Dokter Edwin. Tapi, pertemuan pertama mereka tak bisa dibilang mulus. Ditambah lagi Ria lupa menyikat gigi sebelum ke poligigi...
Hancur sudah kesan pertama Ria di mata si dokter tampan!
Tampan?
Banget. Bahkan akhir-akhir ini banyak yang menyebut dia sebagai Song-Kangnya Indonesia.
Baik?
Sepertinya iya, setiap sebulan sekali dia selalu memberikan donasi di panti asuhan.
Ramah?
Ini sih nggak usah di tanya. Semua perempuan dibuat klepek-klepek karena senyumannya.
Sayang orangtua?
Iya pakai banget. Dia anak tunggal. Jadi, kebahagiaan dan kenyamanan orangtua nomor satu untuk dia.
Mapan?
Sialnya iya, meski masih muda. Dia sudah punya restoran mie pedas yang tersebar beberapa cabang di wilayah JABODETABEK. Ada juga satu kafe yang baru saja dibuka di daerah Jakarta Selatan. Sudah punya rumah, mobil, motor. Itu belum beberapa unit apartemen yang dia miliki, yang tidak diketahui orang lain. Iya, dia memang tipe lelaki pekerja keras.
Siapa yang tidak mau menikah dengan lelaki seperti penjelasan di atas? Tampan, kaya raya, ramah, sayang orangtua, baik. Iya, semua perempuan pasti akan menyerahkan diri kepada lelaki seperti itu.
Namun, masalahnya dia brondong!