Everything Is Overs

Everything Is Overs

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Aku mau kamu , ucap seorang gadis kecil menunjuk seorang laki-laki di pojok ruangan . Seisi ruangan membisu dibuatnya. Kamu mau apa dari aku jawab pria tersebut. lalu gadis itu beranjak dari tempat tidurnya dan berkata Jauhi aku dan jangan mengejarku lagi... pria tersebut hanya mampu mengangguk seakan dia mengerti namun air mata justru terjatuh dari pipi pria tersebut. itu air mata terindah jadi hentikanlah aku tidaklah pantas untuk kau tangisi . ucap gadis kecil yang kemudian menghapus air mata sang pria . Isak tangis kini mulai terdengar dari semua orang yang ada di sana dan suana menjadi sangat berat . dan pria yang tadi hanya mengangguk tanpa sadar memeluk erat gadis kecil itu dan berkata Aku mencintaimu. dan akan tetap mencintaimu Clara...
All Rights Reserved
#29
badwords
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mantan Terindah
  • Si Gadis Manis Tak Polos
  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • Plot Twist - Hartono's Fam [END]
  • jika bisa memilih
  • Pelakor? Yes, I'm! (BOOK 1)
  • Step Backward
  • BarraKilla
  • DikaRanggi
  • Horrible Memories

Sebuah siksaan yang berat bagi Bagas untuk mengabaikan ketertarikan fisik terhadap mantannya, Nessa, yang saat ini berkali-kali lebih cantik dari Nessa yang dulu pernah ia kenal. Namun, prinsip mereka yang sejak dulu menjadi jurang pemisah diantara mereka rupanya tak lekang oleh waktu, walau ketertarikan diantara mereka sangat sulit mereka lawan. Bagas yang menganut budaya Barat, sementara Nessa yang menjunjung tinggi budaya Timur. Mungkinkah bisa bersatu? *** "Mungkin, aku tidak akan pernah bisa memberikan apa yang kamu inginkan, Nessa. Karena seperti yang kamu tahu aku tidak tertarik dengan komitmen dan sama sekali tidak meyakini sebuah mitos bernama cinta." "Kalau begitu, lepaskan pelukanmu biarkan aku pergi sekarang juga." "Itulah masalahnya Nessa, aku tidak ingin kamu pergi, mungkin sedikit egois, tapi itulah kenyataanya," "Bukan sedikit tapi sangat, sangat egois, Bagas. Kamu menginginkan tubuhku, menginginkan aku selalu di dekatmu dan melarang siapa pun mendekatiku, tapi kamu tidak tertarik untuk memilikiku." "Apakah seminggu ini, sikapku padamu kurang meyakinkanmu kalau aku sangat tertarik untuk memilikimu?" "Aku hanya melihat, keegoisanmu." "Tentu saja aku ingin memilikimu, Nessa. Bukankah aku pernah berkata padamu kalau aku akan memilikimu sesuai dengan keinginanku. Sekarang jika kamu ingin kita saling memiliki, maka terimalah tawaranku. Jangan pernah gunakan perasaanmu dalam hubungan ini, kita tinggal nikmati saja kebersamaan kita. Jangan pikirkan hari esok, cinta dan pernikahan. Tidak ada kesenangan yang menjanjikan dalam kehidupan seperti itu," "Aku pun bersedia menjadi milikmu, tapi 'memiliki' dalam versi aku, yaitu saling memiliki yang diawali dengan cinta dan pernikahan, karena kata 'memiliki' versimu, bukan definisi yang aku inginkan." kata-kata Nessa tegas dan mantap, niat untuk membawa Bagas pada prinsipnya kembali berkobar, walau tidak yakin akan berhasil tapi ia akan tetap mencobanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines