Book of The Fallen Angel

Book of The Fallen Angel

  • WpView
    MGA BUMASA 2
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Mar 31, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Aku tak pernah menyangka kau yang melakukan ini semua," gertak Skyner. Seluruh kepercayaan, waktu, dan momen yang dihabiskan bersama-sama terlihat sia-sia. Sekarang, orang yang paling dipercayainya menikamnya dari belakang, seakan-akan setiap momen yang dilewatkan hanyalah angan belaka. "Mengapa kau melakukan hal tersebut? Ini bukan kau!" "Diam lah! Kau tidak tahu apa-apa tentang masa lalu yang menghantuiku setiap saat!" Seru Ellie, matanya berkaca-kaca, perawakannya sebagai gadis muda yang cantik sudah tidak terlihat sama sekali sekarang. Ellie mendekati Skyner dan melangkahi tubuh Mike yang sudah terbujur kaku. Dengan rambut merah yang teracak-acak, Ellie menatap Skyner dengan tajam, lalu setiap momen bersama Skynermulai berputar-putar di kepala Ellie. Ellie mengingat waktu di mana Skyner menyalamatkan dirinya dari para penjahat, mengingat momen di mana dirinya dan Skyner bersama di bawah sinar matahri terbenam dengan tangan yang saling berpegangan, momen di mana Skyner memilih untuk melindungi Ellie daripada orang tuanya sendiri. Ellie mengingat setiap cinta yang diberikan oleh Skyner. Ellie mengangkat tongkat sihirnya dengan tinggi. "Rest in peace, O dear Skyner, my love." Seketika, yang dilihat Skyner hanya bayang-bayang hitam.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Everything Happens for a Reason
  • THE NAIAD (transmigrasi) {END}
  • Need Someone💔
  • I Like Paper Men
  • Xagala
  • Terikat oleh Kristal
  • MUST BE HAPPY ENDING - FREENBECKY (HIATUS)

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman