Against the Heart

Against the Heart

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 26, 2024
"Harusnya lo sadar diri, bukan memaksakan diri. Sikap lo yang kayak gini jadi beban buat hati gue." Atlana Marselina itu banyak lukanya, banyak tekanannya. Dipaksa menjadi sosok yang sempurna, layaknya sebuah pion yang kerap kali diatur bagaimana kedepannya. Tidak diperkenankan untuk memilih meski itu demi kebaikannya. Dan mirisnya lagi kisah cintanya berujung sepihak. Tak harus terlihat begitu menarik secara fisik untuk menjadi sesuatu yang hebat, karena terkadang sesuatu yang sederhana dan nampak tak berharga itu justru memiliki kehebatan yang tiada tara. "Aku hanya ingin kamu menerima duniaku, itu saja!" ••• !! Attention. Cerita ini banyak mengandung kata-kata kasar. Tidak baik untuk ditiru di dunia nyata. (Disclaimer! this story cover was created using the Canva app) AGAINST THE HEART. © 2021 Monika R. (@monikaratu47) All right reserved.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • MARSELANA
  • KENZOYA
  • Cephalotus
  • Sad Girl
  • All Nonsenses (COMPLETED)
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Shakira Anak Pertama [END]
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines