Pinta Diajeng

Pinta Diajeng

  • WpView
    Leituras 14
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadConcluída dom, abr 18, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
"Ano, Aku suka sastra bukan berarti aku juga suka matematika. Sama hal nya aku memang suka menulis, tetapi aku tidak suka berhitung." Gumam Diajeng kepada lawan bicaranya melalui telepon. "Anehnya, Aku hanya suka kamu, dan itu sangat rumit." Balas Deano dengan santai. "Tuhkan becanda mulu, yang ini ga lucu tau!" Geram Diajeng. "Sekarang, Aku sedang tidak suka becanda." Jawab Deano singkat lalu dilanjut dengan pemutusan sambungan telepon sepihak oleh Deano.
Todos os Direitos Reservados
#2
diajeng
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Aku Adalah Lukamu
  • SandalWood (Selesai) on revision
  • Mengulang Waktu
  • CLBK (Cisah Lama Belum Kelar)
  • LANGGA
  • Cerita Setelah Luka (Garis Luka 2)
  • Valcano
  • LOVE in SILENCE
  • A Z H E V A N

Jika mencintai mu adalah luka Maka luka itu Akan menjadi candu ku:) " _-arsyila quen Graziella-_ "Lepas tanggan aku, " Pinta gadis itu "Lo habis dari mana" Tanya leleki itu Yang melihat gadis tersebut dengan tatapan yang tak bersahabat "Apa peduli kamu, " Ucap gadis itu sambil tersenyum sinis lalu berjalan melewati pria tersebut "Gue suami lo, " Ucap pria tersebut dengan nada tinggi lalu mencekram tangan gadis tersebut "Sakit Al " Ucap gadis itu sambil meringis kesakitan "Jawab dulu Pertayaan gue lo habis dari mana semalaman gak pulang, " Ucap pria itu sambil menguatkan cekramannya ✤✤✤✤ Pengen teriak yang kencang bangett.... Cuma mau bilang; "Aku capek!! Aku juga pengen kamu ngertiin" "Jangan tuntut aku terus!! " "..... Aku bukan robot yang gak punya perasaan" "Tolong mengerti sekali saja" Ucap wanita itu sambil berteriak mengambil kursi lalu memecahkan jendalanya. "tanpa kamu sadari lelaki egois, dan keras kepala ini, selalu memikirkan bagaimana cara membahagiakanmu, dan bagaimana caranya agar kamu bangga memilikinya namun nyatanya itu hanya luka bagimu" _-altezza satria ardhana-_

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo