KARAN
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 21, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Dengar, secapek apapun diri lo, masih ada gue disini. Sesakit apapun lo, gue akan selalu siap jadi obat sementara. Lo gak pernah sendiri, karena di tempat lain, ada gue yang selalu berusaha jaga lo." Ucap pemuda itu, sambil tersenyum. . . . . . . . Dia hanya gadis remaja biasa, hanya gadis dengan sejuta kepura-puraan. Tawanya itu hanya cover, Senyumnya hanya perantara agar dia terlihat bahagia. Entahlah, dia selalu tak ingin semua orang mengetahui lukanya. Tak ingin ada yang datang lalu mengasihaninya. Hanya satu keinginan dia, Mengulang kisah, Saat semua masih sama adanya. • Bukan untuk diplagiat! • Cerita berdasarkan halusinasi saya sendiri. So enjoy gays.
All Rights Reserved
#91
gavin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Epilog (XODIAC)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Rinai
  • •Am I Him?• { Xodiac }
  • ALEYA~~
  • Raina Maramitha
  • Rannia√

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines